Tiga manajer klub besar masing-masing Jose Mourinho, Arsene Wenger dan Louis van Gaal sama-sama mendapat sial dalam pertandingan terakhir tim asuhan mereka. Kalau Mourinho menyalahkan wasit dan Wenger dicaci penggemar, maka van Gaal mengakui MU pantas kalah.
Manajer Chelsea Jose Mourinho (REUTERS/Stefan Wermuth/Antara)
Setelah Chelsea tumbang 3-5 dari tuan rumah Tottenham Hotspurs, Jose Mourinho kembali menambah koleksi teori konspirasinya dengan menyalahkan wasit yang tidak memberikan timnya hadiah penalti.
Mourinho yang pada pekan lalu mengatakan, terdapat konspirasi anti-Chelsea dari pelatih-pelatih lain, kali ini merasa momen kunci kekalahan timnya dalam derby London itu adalah ketika bola mengenai tangan bek Hotspurs, Jan Vertonghen, di kotak penalti setelah Chelsea unggul 1-0 melalui Diego Costa.
âPada kedudukan 1-0 suatu tindakan jelas dapat mengubah skor menjadi 2-0, dan biasanya dengan 2-0 hasilnya akan benar-benar berbeda,â ucap Mourinho kepada para pewarta setelah kekalahan di White Hart Lane.
Ia pun berkomentar mengeluhkan penalti yang tidak diberikan mengacu kepada hasil imbang 1-1 ketika Chelsea berhadapan dengan Southampton, Minggu.
âPada akhirnya kita berbicara mengenai dua pertandingan. Kami memiliki satu angka yang hilang dari enam (angka) ketika dua keputusan krusial akan memberi kami enam (angka),â tambah Mourinho.
Mourinho menjelaskan lebih lanjut. âSetiap pertandingan tidak dapat diprediksi namun terdapat beberapa hal pada pertandingan yang dapat diprediksi.â
Mourinho pun menyinggung kekalahan lain yang diderita Chelsea saat melawan Newcastle United.
âTentu saja saya benci harus kalah, namun saya lebih memilih kalah seperti yang saya alami saat melawan Newcastle dengan penampilan bersih dari wasit Martin Atkinson dan penampilan yang tidak beruntung dari kami,â ucapnya.
âNamun pada pertandingan karena Anda kalah karena sepak bola, itu merupakan perasaan yang berbeda,â kata dia mengomentari hasil pertandingan saat derby London melawan Tottenham Hotspurs.
Diejek penggemar
Sementara itu Manajer klub Arsenal, Arsene Wenger, diejek oleh seorang penggemar yang marah saat timnya kalah 0-2 di markas Southampton pada hari Tahun Baru, Kamis, Liga Utama Inggris.
Seorang pria terlihat berlari ke arah bangku pemain cadangan dan mengejek Wenger menjelang pertandingan di St.Mary usai, yang membuat Southampton unggul tiga angka atas Arsenal pada persaingan untuk finis di empat besar.
Wenger dan asistennya Steve Bould melakukan gerak tubuh kepada pria itu, yang mengenakan celana jeans dan atasan berwarna ungu, untuk menyingkir sebelum ia diamankan oleh petugas stadion. Belakangan, ia ditahan.
âItu merupakan anak muda, ya. Saya pikir ia merupakan penggemar Southampton,â kata Wenger pada konferensi pers pasca-pertandingan.
âIa tidak agresif sama sekali. Saya tidak berpikir ia mengatakan sesuatu. Sejujurnya, ia tidak agresif,â tambah dia.
Kubu Southampton berkata bahwa pria itu merupakan penggemar Arsenal yang duduk bersama dengan para penggemar tuan rumah. Demikian AFP.
Arsenal mengakhiri puasa gelar selama sembilan tahunnya di bawah Wenger dengan mengalahkan Hull City pada final Piala FA musim lalu.
Namun pria asal Prancis berusia 65 tahun itu, yang telah melatih Arsenal sejak 1996, berada di bawah tekanan para penggemar setelah hasil-hasil mengecewakan pada musim ini.
Para penggemar membentangkan spanduk yang memintanya mengundurkan diri saat Arsenal menang 1-0 di markas West Bromwich Albion pada November, kemudian ia diprotes oleh para penggemar saat dirinya naik kereta api setelah pada bulan lalu menelan kekalahan 2-3 di kandang Stoke City.
Arsenal telah menjalani empat pertandingan tanpa kekalahan sebelum pertandingan Kamis, namun harus kalah di markas Southampton akibat kesalahan-kesalahan kiper Wojciech Szczesny yang membuat Sadio Mane dan Dusan Tadic dapat mencetak gol.
Van Gaal: Pantas Kalah
Kalau Mourinho menyalahkan wasit, Louis van Gaal mengaku bahwa tim asuhannya tak pantas menang di Britannia Stadium melawan Stoke City.
Radamel Falcao mencetak gol penyeimbang untuk United setelah Ryan Shawcross membuat Stoke memimpin dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1. Hasil ini membuat pasukan van Gaal tetap di posisi tiga klasemen.
âKami tidak pantas mendapat apapun dari pada hasil imbang. Mereka lebih dekat kepada gol kemenangan daripada kami. Kami melihat betapa sulit itu untuk mempertahankan bola panjang, keduanya di sini dan di kandang melawan Stoke.â
âKami memiliki waktu dan ruang untuk membangun permainan, tetapi tidak menciptakan banyak.â
Ia menambahkan, â Stoke juga harus menghadapi angin, tetapi mereka terbiasa dengan itu. Mereka memainkan bola panjang lebih mudah. Kami mendapat ruang dan waktu untuk memainkan bola. Angin tak terlalu kencang. Kami seharusnya bermain lebih baik hari ini.â
United kini mendapat tiga kali hasil imbang dalam empat laga tandangan mereka di Liga Inggris.
Sumber: http://simomot.com/2015/01/02/saat-mourinho-salahkan-wasit-dan-wenger-diejek-penggemar-van-gaal-akui-pantas-kalah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar