Jakarta (ANTARA News) - Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan Plt Kepala Kepolisian RI Komjen Polisi Badrodin Haiti harus berupaya memulihkan kepercayaan publik kepada Korps Bhayangkara setelah mengalami demoralisasi akibat ketegangan yang disebabkan polemik calon kapolri.
"Dalam jangka pendek, Badrodin harus melakukan konsolidasi internal setelah ketegangan yang terjadi," kata Hendardi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Hendardi menilai keputusan Presiden Joko Widodo yang menunda pelantikan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai kapolri merupakan jalan tengah yang konstruktif untk menyelamatkan institusi Polri.
"Pilihan untk menunda juga merupakan cara untk menghormati Budi Gunawan yang akan menjalani proses hukum dan mengedepankan asas praduga tdk bersalah," tuturnya.
Presiden Joko Widodo telah menyatakan untk menunda pelantikan Budi Gunawan sebagai kapolri dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat malam.
"Menunda, bukan membatalkan. Itu digarisbawahi," ujar Presiden.
Dalam jumpa pers tsb, Presiden juga menyampaikan keputusan untk memberhentikan dg hormat Jenderal Polisi Sutarman dari jabatan kapolri. Untuk mengisi jabatan tsb, Presiden mengangkat Wakapolri Komjen Polisi Badrodin Haiti sebagai pelaksana tugas kapolri.
Sebelumnya, Komisi III DPR setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan telah menyetujui Komjen Polisi Budi Gunawan yang diajukan sebagai calon tunggal kapolri secara aklamasi. Hanya Fraksi Partai Demokrat yang tdk hadir dalam rapat yang menyetujui pencalonan Budi Gunawan.
Dalam rapat paripurna, DPR juga menyetujui pencalonan Budi Gunawan meskipun Fraksi Partai Demokrat mengusulkan penundaan persetujuan dan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyarankan pimpinan DPR untk berkonsultasi terlebih dahulu dg Presiden.
KPK telah menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka atas dugaan suap dan rekening yang tdk wajar.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar