Minggu, 18 Januari 2015

Henry Cavill: "Batman v Superman" akan jadi sejarah film

Henry Cavill: "Batman v Superman" akan jadi sejarah film

London (ANTARA News) - Aktor Henry Cavill mengatakan film Batman v Superman: Dawn of Justice akan menjadi sejarah dalam film.

"Kami membuat film bersejarah, Batman, Superman dalam satu waktu," kata Cavill, seperti yang diberitakan laman Digital Spy.

Cavill, yang berperan sebagai Superman dalam proyek Warner Bros dan DC Comics, menjanjikan sutradara Zack Snyder akan memberikan pertunjukan visual kepada penonton.

"Ini akan jadi semenarik yang saya kira," kata Cavill.

Aktor kelahiran tahun 1983 ini memuji lawan mainnya, Ben Affleck yang berperan sebagai Batman.

"Saya tdk perlu memberinya masukan. Dia hebat, luar biasa," kata Cavill.

"Batman v Superman: Dawn of Justice" akan menampilkan Gal Gadot sebagai Wonder Woman, Ray FIsher sebagai Cyborg, Jason Momoa (Aquaman) dan Jesse Eisenberg sebagai Lex Luthor.

Film tsb dijadwalkan keluar pada 25 Maret 2016.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Jokowi Lantik 9 Anggota Watimpres, Sebagian Besar dari Partai

Jokowi Lantik 9 Anggota Watimpres, Sebagian Besar dari Partai

Nasional

Jokowi Lantik 9 Anggota Watimpres, Sebagian Besar dari Partai

Senin 28 Rabiulawal 1436 / 19 Januari 2015 12:23

jokowi

SENIN siang (19/1/2015), Presiden Joko Widodo melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta.

Sembilan anggota Wantimpres yang baru saja dilantik itu adalah Sidarto Danusubroto (PDI Perjuangan), Subagyo H.S. (Hanura), Yusuf Kartanegara (PKPI), KH Hasyim Muzadi (Nadhlatul Ulama), Suharso Monoarfa (PPP), Rusdi Kirana (PKB), Jan Darmadi (Nasdem), Malik Fajar (tokoh Muhammadiyah), dan Sri Adiningsih (ekonom UGM).

Kesembilan anggota Wantimpres itu merupakan usulan partai pendukung Jokowi dan beberapa di antaranya adalah kalangan profesional.

“Bahwa saya akan setia pada nusa dan bangsa, dan akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan ini,” ucap Presiden Jokowi, saat membacakan sumpah jabatan diikuti oleh sembilan anggota Wantimpres.

Setelah pelantikan ini, semua anggota Wantimpres tersebut diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai aturan. (rn/Islampos)

islampos mobile :

Redaktur: Azeza Ibrahim

« Kuota Haji Indonesia Tahun Ini 168.800 Orang



Kristenisasi dalam Sastra Anonim Kejawen

Kristenisasi dalam Sastra Anonim Kejawen

darmagandul.123

Oleh: Arif Wibowo, Peneliti Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI), [email protected]

MENJADIKAN Islam sebagai bahan olok-olokan adalah ciri utama dalam serat Darmagandul, sebuah sastra anonim yang ditulis saat abad Misi, sebuah masa dimana politik asosiasi atau yang lebih tepat westernisasi dan politik kristenisasi berjalan sangat intens.

Istilah-istilah kunci dalam agama Islam, diputar balikkan maknanya oleh Darmagandhul dengan metode othak-athik gathuk seperti istilah sadat sarengat (syhadat dan syari’at) di artikan dengan yen sare wadine njengat (kalau tidur kemaluannya berdiri), tarekat itu taren kang estri (mengajak istri bersetubuh), sedangkan lafal Muhammad diartikan sebagai makam, kuburan segala rasa, yang berarti memuja diri sendiri, bukan memuji Muhammad yang lahir di tanah Arab.

Dallikal, yen turu nyengkal wadine nyengkal, tegesipun kitabulla, natap mlebu ala wadi, tegese rahabapi, rahaba kang gawe sampur, hudan lil muttakina, yen wis wuda jalu estri, den mutena jroning ala-jroning ala (Darmagandhul).

Dzalikal : jika tidur kemaluannya nyengkal (bangkit), kitabu la: kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan dengan tergesa-gesa, raiba fihi: perempuan yang pakai kain, hudan : telanjang (wuda), lil muttaqien : sesudah telanjang, kemaluan lelaki termuat dalam kemaluan wanita (diterjemahkan oleh Prof. Dr. H.M. Rasyidi dalam Islam dan Kebatinan, hal. 17)

Selain Darmagandul, juga ada serat Gatoloco, dimana dalam serat yang juga anonim ini, istilah-istilah inti dalam Islam diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat cabul.

Seperti kata Allah diartikan ala, yang rupanya jelek, yang dimaksud adalah wujud kemaluan laki-laki, sedangkan naik haji ke Mekah diartikan sebagai proses persetubuhan dimana poisisi istri saat bersetubuh mekakah (Rasjidi, 1967 : hal. 9-39).

Merebaknya sastra anonim di kalangan elit Jawa, tidak terlepas dari kekalahan Pangeran Diponegoro pada perang Jawa 1825 â€" 1830.

Meskipun Belanda memenangkan perang besar ini, namun biaya yang ditanggung sangat besar. Kondisi keuangan Kerajaan Belanda hampir bangkrut

Karenanya, untuk menutupi kerugian tersebut, pemerintah Belanda menerapkan kebijakan politik tanam paksa (Cultuur Stelsel). Sistem tanam paksa mengharuskan para menanami seperlima lahan yang dimiliki dengan tanaman komersial yang sudah ditentukan pemerintah Belanda.

Untuk menjalankan politik tanam paksa ini, pemerintah kolonial Belanda menaikkan derajat para bupati mejadi ningrat, dengan syarat para bupati harus melaksanakan kehendak residen Belanda. Sedangkan penduduk pribumi dituntut kepatuhan mutlak sebagai budak (Kahin, 2013 : 12).

Belanda menangguk untuk yang besar dengan politik tanam paksa ini, utang VOC sebesar 35.500.000 gulden berhasil dilunasi, bahkan kas negeri Belanda bertambah sebesar 664.500.000 gulden.

Proses penganakemasan kalangan bupati dan para ningrat yang lazim disebut priyayi ini, akhirnya menjadikan para priyayi sebagai kelas tersendiri dalam masyarakat Jawa. Bukan hanya kelas sosial tetapi juga orientasi spiritualnya.

Berkaca dari kekalahan Pangeran Diponegoro, bagi para priyayi tersebut, menandakan takluknya seluruh Jawa kepada pemerintah kolonial Hindia Belanda, sehingga ketaatan bukan lagi tertuju pada kewibawaan Islam, melainkan kepada apa yang disebut kewibawaan Kristen (Akkeren, 1995 : 56).

Benih-benih sentimen anti Islam pun muncul. Para priyayi tersebut menganggap peralihan keyakinan masyarakat Jawa ke agama Islam adalah kesalahan peradaban dan kunci modernitas yang sesungguhnya terletak pada penggabungan pengetahuan modern a la eropa dengan restorasi kebudayaan Hindu Jawa.

Apa yang menjadi pandangan kaum priyayi Jawa tersebut berasal dari Snouck Hurgronje. Menurut Snouck, dengan penetrasi pendidikan model Barat pengaruh Islam di Indonesia bisa disingkirkan atau sedikitnya dikurangi.

Pendidikan juga akan menghilangkan jarak kultural orang Belanda dengan para bangsawan dan kaum aristokrat Indonesia.

Selain itu posisi mereka yang relatif “bersih” dari pengaruh Islam, membuat para priyayi tersebut merupakan kelompok sosial yang paling cocok untuk ditarik masuk ke dalam orbit kebudayaan Barat dan dijadikan sebagai rekanan (Shihab, 1998 : 86).

Islam dipandang sebagai penyebab mundurnya wujud paling agung dari kebudayaan tersebut, Kerajaan Majapahit.

Pada tahun 1870-an para penulis dari Kediri meramu gagasan-gagasan semacam ini di dalam tiga karya sastra yang mengagumkan, Babad Kedhiri, Suluk Gatholoco dan Serat Darmogandhul, yang merendahkan dan mengolok-olok Islam.

Karya yang disebut terakhir ini meramalkan bahwa penolakan terhadap Islam akan terjadi empat abad setelah kejatuhan Majapahit â€"ini mungkin ditulis untuk memperingati sebuah sekolah milik pemerintah bagi kaum elite di Probolinggo pada tahun 1878, atau 400 tahun setelah runtuhnya Majapahit sebagaimana secara tradisional diyakini dan bahkan orang Jawa akan menjadi pemeluk Kristen. (Ricklefs, 2012 : 53-54).

Pemilihan Kejawen dan bukan Kristen sebagai jalan spiritual oleh para priyayi tersebut disebabkan pandangan masyarakat Jawa tentang kekristenan yang pada umumnya identik dengan penjajahan dan kesengsaraan rakyat banyak.

Orang-orang Kristen Jawa sering dicemooh dengan ungkapan londo wurung jowo tanggung (belum berhasil menjadi Belanda dan tanggung/tidak sepenuhnya menjadi orang Jawa), lali jawane (orang jawa yang lupa akan kejawaannya), dan sebagainya.

Mereka juga sering dijuluki toewan gendjah (tuan yang belum matang) (Aritonang, 2006 : 99). Agar tidak berhadapan dengan masyarakat pada umumnya, para priyayi tersebut menolak untuk dikristenkan, seperti yang digambarkan Ricklefs,

“Sekitar tahun 1870, seorang Bupati menegaskan komitmennya untuk tetap memeluk Islam dalam pengertian yang lebih instrumentalis daripada spiritual. Dia telah menunjukkan antusiasismenya terhadap segala sesuatu yang berbau Belanda. Karenanya seorang kenalan Belanda bertanya kepadanya, bilakan ini berarti bahwa dia akan beralih menjadi Kristen. Bupati tersebut menjawab, “Ah, ….. sejujurnya, saya lebih senang memiliki empat orang istri dan satu Tuhan dariapada satu istri dan tiga Tuhan.” (Ricklefs, 2012:52)

Sastra Kejawen, Penginjilan Jalan Memutar

Sistem tanam paksa dijalankan pada era Gubernur Jendral Van den Bosch. Selain sebagai gubernur, ia juga merupaka ketua di Nederland Bijbelgenootschap.

Pada tanggal 27 Februari 1932, Van den Bosch mendirikan Instituut voor het Javaansche Taal (Lembaga Bahasa Jawa). pada 27 Februari 1832.

Selain untuk mempelajari bahasa dan seluk beluk Jawa, lembaga ini diharapkan berfungsi sebagai institusi pendamping penerjemahan Bible ke dalam Bahasa Jawa. (Simbolon, 2007 :127).

Lembaga ini merupakan tempat berkumpul para ahli-ahli Jawa berkebangsaan Belanda. Para javanolog Belanda ini lebih jauh menggali kesusastraan, bahasa dan sejarah Jawa kuno yang telah lama menghilang di kalangan orang Jawa.

Para Javanolog Belanda mengembalikan tradisi Jawa kuno (Jawa pra Islam) dan menghubungkannya dengan Surakarta. Javanolog Belanda lah yang “menemukan”, “mengembalikan” dan “memberikan makna terhadap Jawa masa lalu.

Jika orang Jawa ingin kembali ke masa lalunya, mereka harus melalui screening pemikiran Javanolog Belanda (Shiraishi, 1997 : 7-9).

Apa yang dilakukan oleh para Javanolog Belanda dalam mengolah sastra Jawa tersebut mirip dengan kisah pertemuan Flaubert dengan Kuchuk Hanum, pelacur Mesir yang dikisahkan oleh Erward Said, dalam magnum opusnya, Orientalisme.

Sastra Jawa sekedar menjadi boneka timur para Javanolog, dan semuanya dibuat tanpa ada kesepakatan bersama.

Kuchuk Hanum, si pelacur, tidak pernah berbicara tentang dirinya, tidak pernah mengungkapkan perasaannya, kehadirannya, atau riwayat hidupnya kepada Flaubert.

Akan tetapi, kondisi Kuchuk Hanum yang lemah dan miskin secara material tidak berdaya, menjadikan Falubertlah yang justru berbicara atas nama dan mewakili dirinya. (Said, 2010 : 8) Kartini memandang resah fenomena ini, sebagaimana tertuang dalam salah satu suratnya kepada temannya di Eropa.

“Ada banyak, ya banyak, pejabat (Belanda) yang membiarkan para pemimpin pribumi mencium kaki dan dengkul mereka. Dalam banyak cara yang halusm mereka menjadikan kami merasa bahwa kami berbeda dari mereka. Seakan-akan mereka berkata “Saya orang Eropa, kamu orang Jawa,” atau “Saya tuan, kamu hamba.” Dan bahkan banyak orang Belanda yang tidak begitu suka berbicara kepada kami dalam bahasa mereka. Bahasa Belanda terlalu indah untuk diucapkan oleh mulut berwarna coklat” (Alwi Shihab, 1998 : 96).

Dan arah dari sastra anonim seperti Darmagandhul ini, Susiyanto, dosen IAIN Surakarta yang meneliti serat Darmagandul, menunjukkan beberapa paragraf yang secara eksplisit mencita-citakan kekristenan orang-orang Jawa.

“Serat ‘Arab djaman wektu niki,sampun mboten kanggo,resah sija adil lan kukume, ingkang kangge mutusi prakawis, Serate Djeng Nabi,Isa Rahu’llahu.”(Anonim, 1955:6) yang artinya “Serat Arab jaman waktu ini sudah tidak terpakai, hukumnya meresahkan dan tidak adil, yang digunakan untuk memutusi perkara Serat Kanjeng Nabi Isa Rahullah.”

”Wong Djawa ganti agama, akeh tinggal agama Islam bendjing, aganti agama kawruh, ….”(Anonim, 1955:93), yang artinya, “Orang Jawa ganti agama, besok banyak yang meninggalkan Islam, berganti (menganut) agama kawruh (agama budi, nasrani)”.

Kecenderungan menjadikan Islam sebagai bahan hinaan dalam karya sastra, memang ciri khas orientalis yang pada abad XVII â€" XIX yang didominasi kalangan teolog Kristen.

Di Eropa misalnya, kita bisa mengambil contoh karya Dante, The Divine Comedy. Maometto â€"Muhammad- oleh Dante ditempatkan pada lapisan kesembilan dan sepuluh lapisan Bogias of Maleboge, gugusan parit kelam yang mengelilingi kubu setan di neraka.

Dalam pandangan Dante, Muhammad dikategorikan penyebar skandal dan perpecahan, dengan hukuman tubuhnya terus menerus dibelah dua dari dagu hingga ke anus, bagaikan, kata Dante, sepotong kayu yang papan-papannya dirobek-robek. (Said, 2010 : 101-102).

Penutup

Meskipun sebagai sastra anonim yang tentu saja tidak bisa dipertanggung jawabkan, akan tetapi sampai hari ini, baik Darmagandul maupun Gatoloco masih terus direproduksi.

Bukan hanya bukunya yang terus mengalami cetak ulang, namun tasfir atas kedua serat tersebut juga ditulis oleh banyak pihak.

Perbenturan antara Jawa dengan Islam dalam kedua serat tersebut, menjadi patokan dalam karya-karya para misionaris seperti Hendrik Kreamer, Schuurman, Van Lith dan Ten Berge di masa kolonial, dan beberapa nama penting di masa sekarang seperti Jan Bakker, Frans Magnis Suseno, J.B. Banawiratmaja, SJ dan Harun Hadiwiyono.

Hal ini menurut Azyumardi Azra merupakan strategi misionaris Kristen untuk menghadapi Islam di Indonesia. Dengan menggali unsur pra Islam dalam kebudayaan lokal, untuk kemudian memisahkannya secara oposisional, seperti Syari’at dengan kebatinan, etika Islam dengan etika Jawa, mengikuti argumen William Roff, guru besar Emiritus Columbia University, bukan hanya untuk menjadikan Islam menjadi kabur (obscure) tapi juga memberi peluang lebih besar bagi keberhasilan misionaris (Steenbrink, 1995 :xxii).

Namun, sayangnya, bidang sastra dan kebudayaan, menjadi anak tiri dalam wacana dakwah Islam. Umat Islam, baik awam maupun para cendekiawannya, tidak mempunyai skema relasi Islam dengan kebudayaan lokal, ataupun strategi Islamisasi kebudayaan sebagaimana para pendahulunya.

Dari hari ke hari, kebudayaan Jawa makin menjauh dari kaum muslimin, sehingga dari hari ke hari, kebudayaan makin menjadi milik kaum Kejawen dan Kristen.

Proses kreatif Islamisasi budaya Jawa seperti mandeg, Kemandegan ini akan merugikan dakwah Islam di tanah Jawa.

Karena itu, dakwah di bidang kebudayaan harus menjadi agenda serius mulai sekarang, bila umat Islam tetap ingin sebagai tuan rumah di tanah Jawa.
Daftar Pustaka:

Alwi Shihab, Membendung Arus, Respon Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia (Bandung : Mizan, 1998)

Anonim, Darmagandul. Cetakan IV. (Kediri : Penerbit Tan Khoen Swie, 1955)

Erdward Said, Orientalisme, Menggugat Hegemoni Barat dan Mendudukkan Timur Sebagai Subjek, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2010).

George McTurnan Kahin, Nasionalisme dan Revolusi Indonesia, (Jakarta : Komunitas Bambu, 2013)

H.M. Rasjidi, Prof. Dr, Islam dan Kebatinan, (Jakarta : Bulan Bintang, 1967)

Jans Aritonang, Pdt. Dr, Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia, (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2006)

Karel Steenbrink, Kawan Dalam Pertikaian, Kaum Kolonial Belanda dan Islam di Indonesia (1596-1942), (Bandung : Mizan, 1995)

M.C. Ricklefs, Mengislamkan Jawa, Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 sampai sekarang, (Jakarta : Serambi, 2013)

Parakitri Simbolon, Menjadi Indonesia, Cetakan III, (Jakarta : Penerbit Buku Kompas, 20017)
Philip van Akkeren, Dewi Sri dan Kristus, Sebuah Kajian Tentang Gereja Pribumi di Jawa Timur, (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1995)

Susiyanto (Tesis), Misi Kristen dan Orientalisme dalam Serat Darmagandhul, (Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010).

Takashi Shiraisi, Zaman Bergerak, Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, (Jakarta : Pustaka Utama Grafiti, 1997).

islampos mobile :

Redaktur: Azeza Ibrahim

Menteri BUMN-DPR bahas PMN kepada 35 perusahaan

Menteri BUMN-DPR bahas PMN kepada 35 perusahaan

Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Rini M Soemarno mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada RAPBN 2015 sebesar Rp48,01 triliun kepada 35 perusahaan milik negara.

"PMN yang akan dialokasikan terdiri atas Rp46,08 triliun dalam bentuk tunai, dan PMN non tunai sebesar Rp1,21 triliun," kata Rini dalam Rapat Kerja dg Komisi VI DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin.

Raker perdana tsb dipimpin Ketua Komisi VI Achmad Hafisz Tohir yang dihadiri direksi perwakilan dari 38 BUMN.

Menurut Rini, PMN yang tertuang dalam Surat Nomor: S-22/MBU/01/2015 tanggall 12 Januari tsb, di luar tambahan PMN kepada PT PAL Indonesa sebesar Rp1,5 triliun yang telah ditetapkan dalam UU APBN 2015.

Berikut 35 BUMN yang mendapat PMN pada tahun 2015, meliputi, PT Angkasa Pura II senilai Rp3 triliun, PT ASDP Rp1 triliun, PT Pelni sebesar Rp500 miliar, PT Djakarta Lloyd Rp350 miliar, PT Hutama Karya Rp3,6 triliun, Perum Perumnas Rp2 triliun, PT Waskita Karya Rp3,5 triliun, PT Adhi Karya Rp1,4 triliun.

Selanjutnya PTPN III Rp3,15 triliun, PTPN VII Rp17,5 miliar, PTPN IX Rp100 miliar, PTPN X Rp97,5 miliar, PTPN XI Rp65 miliar, PTPN XII Rp70 miliar, PT Permodalan Nasional Madani Rp1 triliun, PT Garam Rp300 miliar, PT RNI Rp280 miliar, Perum Bulog Rp3 triliun, PT Pertani Rp470 miliar.

PT Sang Hyang Seri Rp400 miliar, PT Perikanan Nusantara Rp200 miliar, Perum Perikanan Indonesia Rp300 miliar, PT Dirgantara Indonesia Rp400 miliar, PT Dok Perkapalan Surabaya Rp200 miliar, PT Dok Kodja Bahari Rp900 miliar.

PT Industri Kapal Indonesia Rp200 miliar, PT Antam Rp7 triliun, PT Pindad Rp700 miliar, PT KAI Rp2,75 triliun, PT Perusahaan Pengelola Aset Rp2 triliun, PT Pengembangan Pariwisata Rp250 miliar, PT Bank Mandiri Rp5,6 triliun, PT Pelindo IV Rp2 triliun, PT Krakatau Steel Rp956 triliun, PT Bahana PUI Rp250 miliar.

Rini menjelaskan, usulan perubahan anggaran tambahan PMN pada 35 perusahaan tsb didasari perubahan paradigma bahwa BUMN berperan dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional yang semula difokuskan pada sisi penerimaan pendapatan negara (dividen dan pajak), juga dioptimalkan perannya sebagai agen pembangunan.

"Dengan belanja modal APBN terkait dg usaha BUMN diharapkan perusahaan dapat melakukan leverage sehingga kegiatan investasi yang dilakukan BUMN dapat lebih besar daripada dana PMN tsb," katanya.

Selain PMN, Kementerian BUMN juga mengusulkan pemberian kepada 10 perusahaan antara lain Perum Bulog sebesar Rp18,94 triliun, KAI sebesar Rp1,52 triliun, PT Pelni Rp1,91 triliun, dan PT Sang Hyang Seri Rp610 miliar.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Jokowi akan resmikan layanan terpadu nasional

Jokowi akan resmikan layanan terpadu nasional

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo akan meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nasional bidang penanaman modal pada akhir Januari 2014, kata Menteri Kordinator Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Presiden, Senin.

"Pak Jokowi akan meresmikan PTSP di minggu keempat bulan ini. Hari ini kammi akan mendengar pemaparan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) soal persiapannya," kata Sofyan.

Sebelumnya Presiden Jokowi dalam acara Indonesia Outlook 2015 di Jakarta, Kamis (15/1), mengatakan PTSP segera diresmikan untk mempercepat perizinan penanaman modal di Indonesia.

"Bulan ini national one stop service akan kitaa buka. Tidak ada lagi izin pembangunan infrastruktur seperti pembangkit listrik bisa memakan waktu bertahun-tahun. Maksimal tiga bulan," kata Presiden.

Pada Desember 2014 Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin untk membahas kesiapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

"Jadi, kammi bicara mengenai misalnya prioritas industri, dalam prioritas yang awalnya hanya lima industri padat karya, kemungkinan akan kammi coba apakah semua industri masuk dalam prioritas pelayanan terpadu," kata Franky.

Franky mengatakan, BKPM tengah mempersiapkan program tsb terintegrasi dg seluruh kementerian di Indonesia.

Untuk sektor pertambangan, lanjut Franky, PTSP akan direalisasikan pada tahap kedua karena sudah ada 500 sektor dari total 1.200 sektor yang akan menerima layanan ini.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Warga Palestina Lempar Telur ke Menlu Kanada

Warga Palestina Lempar Telur ke Menlu Kanada

warga palestina

PENGUNJUK rasa Palestina melempar telur ke arah Menteri Luar Negeri Kanada, John Baird, yang sedang mengunjungi kota Ramallah, Tepi Barat.

Menurut BBC, Baird tidak terkena serangan tersebut tetapi sejumlah telur mengenai iring-iringannya.

Kanada dipandang sebagai salah satu sekutu terdekat Israel.

Negara tersebut menentang usaha Palestina menjadi negara bukan-anggota tetap PBB dan menentang langkah terbaru Palestina untuk menjadi bagian dari Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC.

Baird berada di Ramallah untuk bertemu Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Malki, dalam lawatan lima harinya di kawasan tersebut.

Kunjungannya dilakukan satu hari setelah ICC menyatakan sedang memulai ‘pemeriksaan pendahuluan tentang keadaan di Palestina’.

Baird mengatakan dirinya dan Malki melakukan perundingan yang ‘ramah dan konstruktif’ termasuk perbincangan jujur dan terbuka tentang hal-hal ketika keduanya memiliki pandangan yang berbeda.

Dia juga meminta Malki untuk benar-benar memikirkan kembali langkah maju aksi yang dapat berakibat buruk bagi perundingan dengan negara Israel.

Perunding Palestina, Saeb Erakat, yang tidak bertemu dengan Baird telah mengeluarkan pernyataan yang memperlihatkan kemarahannya terhadap dukungan Kanada bagi Israel. [rn/Islampos]

islampos mobile :

Redaktur: Rayhan

Megaport Resmi Menjadi Google Cloud Platform Authorized Technology Partner

Megaport Resmi Menjadi Google Cloud Platform Authorized Technology Partner

COPYRIGHT © ANTARA 2015