Sungguh tragis kejadian pohon tumbang di Kebun Raya Bogor. Suasana kumpul keluarga yang seharusnya bahagia karena kesejukan dan keindahan kebun raya, menjadi penuh tangis dan kesedihan. Sebatang pohon di kebun terbesar di Indonesia itu tumbang menimpa sejumlah pengunjung sekitar pukul 10.00 WIB. Sebanyak empat orang tewas, sementara 21 orang lainnya terluka.
âPohon tumbang tempat kejadian perkara Kebun Raya Bogor, korban ada 25 orang terdiri dari 21 orang luka-luka dan empat orang meninggal dunia,â kata Kepala Polisi Sektor Bogor Tengah Kompol Viktor, di Bogor, Minggu (11/1/2015), dikutip Kompas.
Kejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut. KOMPAS/ANTONY LEE
Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya meninggal di rumah sakit. Korban tewas tercatat atas nama Sarijo (39), Surjana (42), Supriyono (32), dan Saefulloh (43). âRata-rata korban mengalami luka pada bagian kepala,â kata dia.
Ia mengatakan, semua korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk menjalani perawatan medis. Korban luka-luka dilarikan ke ruang UGD, sedangkan yang meninggal langsung dibawa ke ruang forensik rumah sakit tersebut.
Menurut Viktor, semua korban adalah karyawan PT ASALTA Mandiri Agung, Nanggewer, Kabupaten Bogor, yang sedang melakukan kumpul keluarga dalam acara perusahaan di Kebun Raya Bogor.
Mereka tertimpa pohon yang patah diduga karena lapuk, ukuran pohon dengan panjang lebih kurang delapan meter dan diameter 1,5 meter. âSaat kejadian para korban sedang duduk di dalam tenda yang ada di lokasi kejadian,â ujar dia.
Musibah
Viktor mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, peristiwa ini murni karena musibah bencana alam, tidak ada unsur kelalaian manusia. Sebab, pohon diduga sudah lapuk dan tua sehingga patah dan menimpa orang di sekitarnya.
Ia mengatakan, saat ini situasi di lokasi sudah ditangani. Untuk mengantisipasi peristiwa yang sama, polisi memasang garis polisi dengan radius hingga 500 meter dari lokasi kejadian.
âKebun Raya Bogor masih beraktivitas seperti biasa, tidak ada penutupan. Karena ini wajar, Bogor banyak terdapat pohon-pohon besar dan tinggi, yang perlu ditingkatkan kewaspadaan. Saat cuaca tidak menentu, jangan berada di lokasi yang membahayakan, seperti di bawah pohon,â katanya.
Salah satu korban yang selamat dalam kejadian itu, Yudi, mengatakan, saat peristiwa itu terjadi, ia dan teman-temannya tengah berkumpul di bawah pohon yang memiliki diameter 200 cm itu berada di area Jalan Astrid, hanya berjarak 500 meter dari Pintu Masuk III Kebun Raya Bogor.
âKami sedang kumpul di situ dan membahas soal UMK. Tiba-tiba saja pohonnya langsung tumbang,â kata Yudi. Â Ia menambahkan, beberapa rekannya juga sempat terjepit batang pohon. Namun, kemudian ia dan beberapa teman lainnya langsung menolong dan mengevakuasi rekan-rekannya yang terjepit.
âKejadiannya cepat sekali. Sempat ada suara pohon retak. Banyak yang tertimpa,â tutur Yudi.
Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah Kompol Victor mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
âSaksi dari buruh atau karyawan rombongan dari PT Assalta sudah kita mintai keterangan, sedangkan pihak manajemen Kebun Raya Bogor masih dimintai keterangan,â ucap Victor.
Kepala Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor, Didik Widyatmoko, membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini dirinya sedang berada di Rumah Sakit PMI untuk melihat korban.
âYa, saya saat ini sedang di Rumah Sakit PMI. Saya belum bisa memberikan keterangan karena sedang mengurus ini dulu,â kata dia, saat dihubungi.
Informasi yang didapat, keempat korban tewas itu atas nama Sarijo (39), Surjana (42), Supriyono (32), dan Saefulloh (43).
Sumber: http://simomot.com/2015/01/11/kisah-pohon-tumbang-di-bogor-yang-menewaskan-4-orang-dan-melukai-21-lainnya/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar