Begini Cara Ekor AirAsia Seberat 5 Ton Dipindahkan (Foto: Dok Okezone)

KUMAI - Ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang dibawa Kapal Crest Onyx telah menepi tepat di samping Kapal Arcturus di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, Minggu (11/1/2015) sore.
Crane yang berada di Kapal Arcturus akan mengangkat ekor burung besi nahas itu ke dalam gudang pelabuhan. "Ekor pesawat diangkat dg crane kapal ini," ujar Manajer Pelindo Kumai, Aris Sudarsono di lokasi.
Pantauan Okezone di lokasi, sebuah truk kontainer telah disiapkan untk membawa ekor pesawat ke dalam gudang yang berada tepat di samping dermaga yang jaraknya hanya berkisar 10 meter.
Namun, yang perlu diketahui, berat dari ekor pesawat itu sekira 4 sampai 5 ton, tentu bukan pekerjaan mudah untk dapat mengangkat ekor dan memindahkannya ke gudang.
"Mudah-mudahan crane-nya kuat, kalau enggak kuat nanti kitaa pakai crane kapal kargo yang kapasitasnya lebih besar. Kita coba dulu," kata Aris.
Jajaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun telah bersiaga di lokasi. Mereka meminta agar proses pemindahan dilakukan dg seksama karena keadaan ekor sudah tdk utuh. Sehingga kemungkinan ada pecahan yang tercecer. Karenanya, terpal berwarna cokelat juga disiapkan melapisi bagian bawah bak truk.
Proses evakuasi yang berjalan saat ini, crane Kapal Arcturus terus mengangkut beberapa barang dari Kapal Crest Onyx. Pertama, barang-barang itu ditaruh di dalam kotak berwarna biru, dan selanjutnya sebuah tas berwarna hitam.
Belum ada keterangan resmi barang apa yang berada pada kotak dan tas yang diangkut menggunakan jala dan dimasukkan ke dalam truk milik Basarnas yang juga berada di dekat truk kontainer. Sedangkan untk bagian besar ekor pesawat jenis Airbus 320-200 itu, hingga saat ini belum dipindahkan dari Kapal Crest Onyx yang berwarna oranye itu.
Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/01/11/337/1090740/begini-cara-ekor-airasia-seberat-5-ton-dipindahkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar