KEBON JERUK (Pos Kota) â" Warga Kampung Gili Sampeng di RT 01/05 Kelurahan Kebon Jeruk, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar) membongkar bangunan rumahnya di bagian belakang seluas 5 meter dari pinggiran Kali Sekretaris. Mereka berharap dg pembongkaran tsb, tdk terkena proyek normalisasi.
Ketua Kelompok IV, Ladi, 61 menjelaskan, pembongkaran sendiri setelah rembukan warga bersama pihak Kelurahan Kebon Jeruk. Warga mengihklaskan bangunanya berjarak 5 meter dari bibir Kali Sekretaris dibongkar untk normalisasi.
Jarak 5 meter tsb memang belum standar trase jalan inspeksi, namun karena melihat sejumlah jalan inspeksi yang sudah ada baik di Kali Sekretaris, Banjir Kanal Barat, Jalan Arjuna Utara-Selatan di pinggir tol Kebon Jeruk dan lainnya juga tdk sampai 7,5 meter.
âKalau lihat jalan-jalan inspeksi itu, kammi kira tdk sampai 7,5 meter. Makanya, kammi sepakat sisihkan 5 meter saja. Kami kira cukup adil,â ungkap Ladi, kemarin.
Namun, kalau pemerintah tetap memaksakan selebar 7,5 meter, warga akan menolak dan telah menggandeng pihak Lembaha Bantuan Hukum (LBH) untk mempertahankan hak warga. âWarga akan menolak kalau lebarnya 7,5 meter,â tegasnya.
Sihotang, 50 juga mengaku telah membongkar bagian belakang rumahnya selebar 5 meter dari pinggiran Kali Sekretaris. Diharapkan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang adil dg tdk membongkar rumah warga. âHarapan kammi pihak pemerintah kota bersikap bijaksana, sehingga warga tetap bisa tinggal dan jalan inpeksi juga tetap jalan,â katanya.
Dikatakan, proyek jalan inspeksi membuat warga cemas dan selalu menghantui pikiran warga. Mereka cemas kalau sewaktu-waktu langsung dibongkar. âRasanya pikiran jadi tdk tenang, disaat warga lainnya merayakan Natal dan Tahun Baru, kammi di sini justru dilanda kecemasan,â ujar Sihotang. (tarta)
Sumber: http://poskotanews.com/2015/01/03/warga-gili-sampeng-berharap-rmah-tidak-dibongkar/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar