Tujuh Jenazah Belum Teridentifikasi (Foto: Antara)

SURABAYA - Tujuh jenazah korban pesawat AirAsia QZ 8501 belum diidentifikasi dan masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Jenazah itu termasuk yang berada di peti B02.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi setiono mengatakan, jenazah dalam peti B02 berjenis kelamin laki-laki yang diterima pada hari pertama.
"Ada satu jenazah B02 dan Tim DVI kesulitan melakukan identifikasi karena data antemortem dan postmortem tdk match (cocok)," kata Awi di Mapolda Jatim, Jumat (2/1/2015).
Ia menjelaskan, jenazah di peti B02 diterima oleh Tim DVI pada 31 Desember 2014 bersama satu jenazah yang sudah teridentifikasi atas nama Hayati Lutfiah Hamid. Jenazah Hayati Lutfiah sendiri sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
 
Dalam identifikasi ada metode primer dan sekunder. Metode primer adalah kecocokkan sidik jari yang dilakukan oleh Tim Fingering dan sidik gigi yang dilakukan oleh ahli patologi. Data sekunder, di antaranya, rekam medik dan lain-lain.
"Sidik jari jenazah di (peti) B02 rumit. Kami terus melakukan identifikasi," katanya.
Awi juga mengungkapkan, terakhir sebanyak 161 data antemortem sudah terkumpul. Masih kurang satu yakni seorang korban yang diduga berkebangsaan Prancis. Pihaknya pun sedang melakukan koordinasi agar data-data yang dibutuhkan segera terkumpul. Sedangkan data DNA sebanyak 103 data yang terkumpul.
Seperti diketahui, hingga saat ini delapan jenazah sudah dikirim ke Pos DVI Mabes Polri di RS Bhayangkara. Dua jenazah dg nomor DVI B01 dan B02 diterima pada 31 Desember 2014 Pukul 16.00 WIB. Satu Jenazah teridentifikasi atas nama Hayati Lutfiah Hamid, warga Sidoarjo.
Kemudian enam jenazah dg nomor DVI B03, B04, B05, B06, B07, dan B08 belum teridentifikasi. Jenazah tsb diterima pada 1 Januari 2014 pukul 12.00 dan 21.30 WIB.
Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/01/02/337/1086864/tujuh-jenazah-belum-teridentifikasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar