Ada warga yang menemukan anting emas di perut ikan. Itulah isu yang beredar di balik tragedi pesawat Air Asia QZ8501 di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Kabar tersebut beredar dari mulut ke mulut.
âSewaktu aku ke pasar, banyak yang ngomong katanya ada warga nemuin anting emas di perut ikan. Tadinya aku mau beli ikan, tapi dengar cerita itu aku jadi takut,â ujar Fiazah (33), warga Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, seperti dikutip dari JPNN dan PojokSatu.
Faizah sendiri tidak berani memastikan soal kebenaran rumors ini. âAku sih kurang percaya, tapi khawatirnya benar. Apalagi masih banyak korban pesawat AirAsia yang belum ditemuin. Jadi pikirannya sekarang aneh-aneh juga,â ujar ibu dua anak ini.
Nah, kabar ini semakin membuat warga sekitar Pangkalan Bun enggan mengkonsumsi ikan laut. Ini terlihat dari sepinya pembeli ikan di pasar. Yang laku keras daging ayam.
Serpihan hingga Semarang
Sementara itu terkait pencarian Air Asia QZ8501, Basarnas mendapatkan informasi adanya puing-puing pesawat yang terbawa arus hingga ke perairan Tanjung Emas, Semarang.
âKRI Ahmad Yani menemukan serpihan jendela di sekitar perairan Tanjung Emas, Semarang,â ujar Dirops Basarnas Marsma S.B. Supriyadi di Pangkalan Bun, Senin (13/01/2015).
Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan ada serpihan lain maupun jenazah yang nanti hanyut hingga ke Laut Jawa (mengarah ke selatan).
Supriyadi menduga jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang masih tersisa di dalam laut tak lebih dari 50 persen. Hal itu didasari penemuan ekor dan hasil slide scan bawah laut.
Sementara itu terkait keberadaan korban yang belum ditemukan, Jenderal Moeldoko menyatakan telah memerintah prajurit agar terus mencari bagian tubuh pesawat Air Asia QZ8501 yang di dalamnya diduga masih ada banyak jenazah korban. Selain itu Moeldoko juga memerintahkan untuk terus mencari CVR (cockpit voice recorder) yang merupakan bagian dari black box pesawat tersebut.
Sumber: http://simomot.com/2015/01/13/tragedi-air-asia-qz8501-beredar-isu-anting-emas-di-perut-ikan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar