Selasa, 06 Januari 2015

Siasat pengusaha kuliner hadapi kenaikan harga elpiji

Siasat pengusaha kuliner hadapi kenaikan harga elpiji

Jakarta (ANTARA News) - Para pengusaha kuliner menyiasati kenaikan harga elpiji 12 kg dg menghemat pengeluaran di bidang lain demi mempertahankan harga makanan yang mereka jual.

Pemilik restoran Mix Diner & Florist Lizta Permata mengatakan kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar Rp18.000 per tabung pada bulan ini belum memberikan dampak signifikan bagi usahanya.

"Sebisa mungkin kammi tdk menaikkan harga meskipun beberapa bahan di pasar sudah mengalami kenaikan," kata Lizta saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Dia menyiasati dg memangkas biaya operasional seperti listrik dan pendingin ruangan.

"Penghematan di tempat lain saja," kata dia.

Sementara itu, Bayu Amengku yang merintis bisnis kuliner Ayam Lelang di Jakarta mengaku kenaikan harga elpiji mengakibatkan pengeluaran untk gas yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, dia tdk serta merta ikut menaikkan harga-harga makanan. Sama seperti yang dilakukan Lizta, berbagai penghematan pun dilakukan untk menyiasati kenaikan elpiji.

"Melalui subsidi silang dari pengeluaran lain seperti mengurangi pemakaian listri, air, es batu, plastik dan sebagainya agar lebih efisien," kata dia melalui pesan singkat.

Pemakaian gas, kata Bayu, tdk bisa dikurangi sehingga dia harus memutar otak dg mengurangi pengeluaran di bagian lain.

Pebisnis kue Tresnansiana Ismiranti punya siasat lain agar dia tdk terpaksa menaikkan harga kue-kue buatannya bila ada kenaikan harga elpiji.

Sejak awal dia sudah memperhitungkan harga jual kue seandainya ada kenaikan harga mendadak, baik itu harga bahan baku, elpiji, atau bahan bakar minyak.

"Jadi tdk setiap ada kenaikan BBM atau bahan harga kuenya ikut naik," ungkap perempuan yang biasa membuat pesanan kue mulai dari kue ulang tahun hingga jajanan pasar seperti lumpia.

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/472642/siasat-pengusaha-kuliner-hadapi-kenaikan-harga-elpiji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar