Minggu, 11 Januari 2015

RSJ di Bali kewalahan tangani pasien

RSJ di Bali kewalahan tangani pasien


Denpasar (ANTARA News) - Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali, dr Gede Bagus Darmayasa, mengaku kewalahan menangani pasien yang meningkat signifikan setelah dihentikannya layanan jemput pasien dan kunjungan rutin ke berbagai puskesmas.

"Jika sebelumnya pasien yang berkunjung maksimal 90 orang per hari, mulai awal Januari ini rata-rata menjadi sekitar 150 pasien," katanya di Denpasar, Minggu.

RSJ yang berlokasi di Kabupaten Bangli itu tdk memungkinkan lagi melakukan layanan jemput pasien dan layanan keliling sejak pemberlakuan UU No 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

UU tentang Kesehatan Jiwa mengharuskan pelayanan kesehatan dilakukan secara terintegrasi, khususnya untk pasien gangguan jiwa yang telah mengantongi kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pasien rawat jalan RSJ Bangli, ujar dia, harus melakukan perawatan berjenjang. Yakni, mulai dari puskesmas, jika tdk memungkinkan di puskesmas pasien harus ke rumah sakit di tingkat kabupaten/kota.

"Dari RSUD barulah naik ke RSJ atau masyarakat bisa langsung ke RSJ," ucapnya.

Meskipun mengaku kewalahan, dr Bagus mengatakan tdk akan melakukan penambahan tenaga medis.

"Kami mengoptimalkan tenaga yang sudah ada. Kalau sebelumnya pasien yang datang itu biasanya sudah dapat terlayani maksimal hingga pukul 12.00 Wita, sekarang waktunya juga menjadi bertambah," katanya.

Ia menambahkan, pasien gangguan kejiwaan yang berobat ke RSJ itu datang dari berbagai kabupaten/kota di Bali.

Walaupun dihadapkan dg peningkatan kunjungan pasien, ia berpandangan dg sistem layanan yang baru ini pihaknya cukup terbantu dari sisi kemudahan melakukan tabulasi kondisi pasien.

"Di sisi lain, kammi berharap teman-teman kabupaten/kota untk sama-sama peduli pada pasien gangguan jiwa," ujarnya.

(KR-LHS)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/473420/rsj-di-bali-kewalahan-tangani-pasien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar