Kamis, 08 Januari 2015

Polisi muslim ini tewas dibunuh penembak Majalah Charlie Hebdo

Polisi muslim ini tewas dibunuh penembak Majalah Charlie Hebdo

Polisi muslim bernama Ahmed Merabet ikut dibunuh oleh penembak Majalah Charlie Hebdo pada Rabu, 7 Januari 2015. Padahal ia sempat memohon agar tidak dieksekusi oleh Kouachi bersaudara.

Adegan itu bisa terlihat jelas dalam video yang kini telah beredar di dunia maya dan membuat banyak rekan kerjanya terkejut. Dalam video itu terlihat Merabet yang sudah tergeletak di trotoar dalam keadaan terluka. Tiba-tiba satu dari tiga pelaku mendekati pria berusia 42 tahun tersebut. (Baca juga: Ini video penembakan di kantor Charlie Hebdo di Paris)

“Apakah kau mau membunuhku?,” tanya Merabet kepada pelaku, sambil mengangkat tangan sebagaimana dikutip VivaNews dari DailyMail, Kamis (08/01/2015).

Namun, mengetahui gelagat pelaku yang tidak akan memberikan ampun, Merabet kemudian menjawab “Ok, chief”. Pelaku pun menembak mati Merabet tepat di bagian kepala.

Serikat petugas polisi di Prancis kemarin merilis sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa mereka terkejut setelah melihat kolega mereka ditembak seperti seekor anjing. Sekretaris serikat polisi, Rocco Contento, mengenal Merabet sebagai sosok yang pendiam dan teliti.

“Kami benar-benar terkejut. Semua petugas polisi benar-benar terpengaruh dengan video pembunuhan kolega mereka yang beredar di dunia maya,” ujar Cotento.

Saat penyerbuan ke kantor Majalah Charlie Hebdo berlangsung, Merabet tengah ditugaskan di area tersebut.

Pahlawan

Sejumlah pria bersenjata melarikan diri usai menembak seorang polisi dari jarak dekat di luar kantor media satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Rabu (7/1/2015). (REUTERS/Handout via Reuters TV)

Sejumlah pria bersenjata melarikan diri usai menembak seorang polisi dari jarak dekat di luar kantor media satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Rabu (7/1/2015). (REUTERS/Handout via Reuters TV)

Sejak kemarin, dukungan dan kalimat duka ditujukan bagi Merabet. Bahkan, tidak sedikit publik menyangjung Merabet sebagai seorang pahlawan karena tewas di saat tengah bertugas melindungi publik.

“Semoga bisa beristirahat dengan tenang, Ahmed Merabet, polisi Prancis, yang terbunuh karena melindungi warga di Paris,” ucap seorang warga.

Sementara itu, warga lainnya bernama Alan Mendoza, mengaku ironis, karena Merabet yang beragama Islam justru dibunuh oleh orang yang mengklaim dirinya mewakili Islam.

Pihak keluarga mengatakan, akan menguburkan jasad Merabet di sebuah pemakaman terkenal di Prancis yang berlokasi di bagian timur laut Paris. Di sana telah menjadi lokasi pemakaman bagi lebih dari 7.000 warga Muslim.

Sumber: http://simomot.com/2015/01/09/polisi-muslim-ini-tewas-dibunuh-penembak-majalah-charlie-hebdo/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar