Cuaca belum begitu baik untuk melanjutkan pencarian pesawat Air Asia QZ8501 pada hari ini, Sabtu (03/01/2015). Kepala Stasiun Meteorologi Pangkalan Bun, Lukman Soleh menyarankan agar tim SAR tidak memaksakan pencarian.
Awan Cumulonimbus. (KAREN BLEIER/AFP/Getty Images/Tempo).
âKondisi lokasi masih berbahaya bagi tim pencari, ada potensi awan CB (kumulonimbus) sejak pukul 12.00,â ujar Lukman di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Sabtu, (03/01/2014).
Gelombang tinggi sekitar 3-4 meter diperkirakan juga akan menghadang. Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun Marsekal Pertama Jhonson Simatupang mengatakan akan menurunkan semua timnya sejak pagi karena cuaca masih bagus.
Menurut Tempo, cuaca di sekitar Lanud cerah. âArea akan difokuskan sekitar 210 x 90 mil laut,â kata Jhonson.
Hari ini tim SAR menurunkan tiga heli untuk mengevakuasi dan empat untuk misi pencarian. Tim pencarian akan menyusuri pinggir pantai hingga Sampit. Jika dilihat dari titik penemuan pertama, pencarian dilakukan hingga ujung Kabupaten Kotawaringin Timur.
Seperti dikabarkan di sejumlah media massa, banyak spekulasi yang mengatakan bahwa awan Cumulonimbus ini sebagai penyebab dari hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Badan Meteorologi dan Geofisika mengatakan terdapat awan Cumulonimbus dalam rute penerbangan pesawat AirAsia QZ8501, Minggu 28 Desember 2014.
Sumber: http://simomot.com/2015/01/03/pencarian-air-asia-awan-cumulonimbus-kembali-menghadang/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar