Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah mengkaji penerapan jual untung bahan bakar minyak jenis premium dan solar menyusul kecenderungan penurunan harga komoditas tsb sekarang ini.
Menteri ESDM Sudirman Said di Jakarta, Jumat, mengatakan, pemerintah mempertimbangkan penetapan batas bawah harga BBM.
"Misalkan, harga premium dipatok pada Rp6.500-Rp6.600 per liter," katanya.
Menurut dia, penurunan harga minyak sekarang ini yang berimbas pada BBM cenderung akan terus berlangsung cukup lama.
"Lalu, kalau harga minyak terus turun, apakah harga BBM juga akan terus diturunkan," katanya.
Pemerintah, tambahnya, mempertimbangkan untk mematok batas bawah harga BBM pada tingkat tertentu dan keuntungannya ditabung di rekening Kementerian Keuangan.
"Tabungan tsb harus dibuka dan dilaporkan ke masyarakat," katanya.
Selanjutnya, tabungan tsb digunakan misalkan untk meningkatkan cadangan BBM yang saat ini masih 18-20 hari menjadi 30 hari.
Penambahan satu hari stok memerlukan investasi Rp1,2 triliun.
Sudirman juga mengatakan, jual untung BBM tsb tdk menyalahi aturan yang ada.
"Penting komunikasi dg DPR dan masyarakat," ujarnya.
Presiden Joko Widodo di halaman Istana Negara Jakarta, Jumat mengumumkan penurunan harga BBM jenis premium dan solar yang berlaku Senin (19/1) pukul 00.00 WIB.
Harga premium turun dari Rp7.600 menjadi Rp6.600 per liter, sementara solar dari Rp7.250 menjadi Rp6.400 per liter.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar