Rabu, 07 Januari 2015

Paris dijaga ketat setelah insiden Charlie Hebdo

Paris dijaga ketat setelah insiden Charlie Hebdo

Jakarta (ANTARA News) - Paris dijaga ketat oleh petugas bersenjata setelah penembakan terhadap staf majalah satir mingguan Charlie Hebdo, Rabu (7/1) .

Galeries Lafayette, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di sana, dijaga oleh petugas keamanan setelah serangan tsb.

"Penyerang masih berkeliaran, kalian harus waspada," kata salah satu manajer kepada enam orang penjaga yang mengenakan rompi merah, seperti yang diberitakan Agence France-Presse.

"Jika mereka bersenjata, jangan memulai perang. Sembunyi!"

Pemerintah Prancis meningkatkan status waspada ke level tertinggi segera setelah serangan dan menugaskan sekitar 500 polisi di seluruh kota.

Petugas keamanan juga terllihat di pusat perbelanjaan Printemps. Tempat yang biasa dipenuhi para pemburu diskon, kini terlihat kosong.

"Pengunjungnya menurun empat kali lipat dari biasanya," kata Ylhan, warga yang bekerja dekat toko tsb.

Menurut Ylhan, kondisi di Paris sekarang menakutkan dg adanya bunyi sirine sepanjang hari.

"Kami ini negara yang menganut kebebasan berekspresi. Mengejutkan mengalami hal seperti ini di Prancis," kata dia.

Di Stasiun Lazare, sekitar 100 orang menunggu dekat peron yang kosong sementara tim penjinak bom memeriksa bungkusan yang mencurigakan.

"Ini mengerikan," kata Anne Pajon, orang Skotlandia yang telah tinggal di Paris selama 20 tahun.

Pajon mengirim beberapa SMS kepada keluarga dan kerabatnya untk menanyakan kondisi mereka.

"Hal yang meresahkan adalah kitaa tdk bisa apa-apa. Terorisme menyasar apa pun yang kitaa lakukan. Kita tdk bisa apa-apa," tambah Pajon.

Menteri dalam negeri meningkatkan keamanan untk tempat wisata, bangunan ibadah dan kantor media dg menempatkan tentara dan petugas keamanan ekstra di sana.

Polisi bersenjata juga terlihat di depan kantor AFP dan koran Le Monde.

Sekolah pun dijaga ketat. Perjalanan dan aktivitas luar ruangan ditiadakan hingga pengumuman lebih lanjut dari menteri pendidikan.

"Kami tdk boleh berada di depan sekolah dan diminta tdk berkerumun," kata Clara Delattre, siswi sebuah sekolah di Paris Selatan.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/472883/paris-dijaga-ketat-setelah-insiden-charlie-hebdo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar