Natal Terakhir Martinus Sekeluarga (Foto: Nurul Arivin/Okezone)

SURABAYA - Natal 25 Desember 2014 lalu menjadi hari bahagia berkumpul dg orang tua terkasih dan keluarga Martinus Djomi, warga Dharmahusada Indah, Surabaya. Rupanya, hari itu adalah perayaan Natal terakhir bagi pria yang saat ini teridentifikasi sebagai korban pesawat AirAsia QZ 8501.
Bagaimana tdk, pesawat rute Surabaya-Singapura yang ditumpanginya itu jatuh di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan tengah, tiga hari setelah perayaan Natal tsb. Dari 162 korban pesawat, salah satunya Martinus Djomi. Pascaperayaan Natal, Martinus pergi ke Singapura bersama sang Istri, Ria Ratnasari dan anak semata wayangnya, Kaylee Djomi yang masih berusia dua tahun. Dan hingga Jumat (8/1/2015) Tim Disaster Victims Identification (DVI) mengidentifikasi jenazah Martinus Djomi. Sementara, anak dan istrinya yang turut serta belum ditemukan.
Natal pada Desember 2014 adalah perayaan Natal terakhir bagi Martinus se-keluarga. Insiden jatuhnya Pesawat QZ 8501 membuat Martinus Djomi kembali ke Surabaya dalam keadaan tak bernyawa. Pria berusia 27 tahun ini pulang dalam peti jenazah dan disemayamkan di rumah jenazah Adi Jasa, Jalan Demak, Surabaya.
Sejumlah sanak saudara, handai taulan pun berkumpul namun tdk dalam suasana bahagia seperti perayaan Natal. Mereka berkumpul berselimut duka yang mendalam karena telah kehilangan Martinus yang kini berpulang. Carolus Djomi, ayah korban hanya tertegun tak percaya ketika peti jenazah putranya itu diturunkan dari Mobil Jenazah milik Pemkot Surabaya. Pria 53 tahun telihat tegar dan sayu menyambut kedatangan jenazah putranya itu. Mata sembab dan sesekali mengusap air mata itu yang dilakukan ketika peti jenazah itu dibawa ke ruang VIP Adi Jasa.
Carolous mengingat masa-masa bahagia bersama Martinus saat perayaan natal di rumahnya, Jalan Dharmahusada Indah pada 25 Desember lalu. Ia tak menyangka jika Natal itu adalah pertemuan terakhir dg keluarga Martinus. Di Natal tahun depan, Carolous hanya bisa memandang foto-foto keluarga Martinus.
Sehari-hari, Martinus dan keluarga memang tinggal di Manggarai Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). "Dia dan keluarga sengaja ke Surabaya untk merayakan Natal dan seklaigus merayakan liburan akhir tahun," kenang Carolous di sela-sela kedatangan jenazah di rumah duka Adi Jasa, Jalan Demak, Sabtu (10/1/2015).
Setelah perayaan Natal ini, Martinus dan keluarga berencana untk melanjutkan liburan ke Singapura dg menumpang Pesawat AirAsia QZ 8501. Pada Minggu pagi, keluarga kecil ini berangkat melalui Bandara International Juanda Surabaya di Sidoarjo. Tak ada firasat apapun ketika Martinus dan keluarga pamitan akan melanjutkan liburan akhir tahun di negara berlambang Singa Marlion itu.
Hingga akhirnya, Carolous mendapat kabar bahwa pesawat yang ditumpangi Anak, Cucu dan Menantunya itu hilang kontak setelah 1 Jam keberangkatan. Waktu pun bergulir Tim SAR dikerahkan untk mencari pesawat milik Maskapai Malaysia itu. Hingga pada Jumat (8/1/2015) satu jenazah diidentifikasi bernama Martinus Djomi.
Jenazah dalam label B009 ini diidentifikasi berdasarkan data primer melalui DNA yang dinyatakan cocok dg ibu serta ayah kandung. Selain itu, jenazah trsebut dikenali dg cicin kawin yang masih melekat yang terdapat inisial RIA yang tak lain adalah nama istrinya.
Carolus mengaku belum tahu sampai kapan jenazah anaknya akan disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa. Dia berharap jenazah menantunya, Ria Ratnasari, dan juga cucunya, Kaylee Djomi, segera ditemukan sehingga dapat dimakamkan bersama-sama. "Ria Ratnasari, menantu saya itu, orang Caruban. Kita belum tahu nanti dimakamkan di mana. Saya berharap nanti bisa dimakamkan bersama-sama," ucapnya lirih.
Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/01/10/340/1090430/natal-terakhir-martinus-sekeluarga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar