Keluarga penumpang Air Asia QZ850 yang jatuh pada Minggu 28 Desember 2014 lalu menolak bantuan dana dari Air Asia. Hal itu terungkap saat maskapai Air Asia dan keluarga penumpang bertemu beberapa kali di Surabaya. Mereka membahas berbagai hal. Salah satunya soal bantuan dana Rp 300 juta.
âDana itu tidak jelas dalam hal apa. Hanya disebut bantuan. Dana asuransi atau bukan, kami tidak tahu. Sebagian besar keluarga penumpang menolak,â kata Franky Chandra kepada detikcom, Senin (05/01/2015).
Franky merupakan kakak Gani Chandra, salah satu penumpang AirAsia QZ8501 yang hingga kini belum diketahui nasibnya. Menurut Franky, pertemuan dengan AirAsia digelar beberapa kali di sela proses pencarian korban dan evakuasi.
âKami tetap menolak jika belum jelas. Perjanjiannya tidak kuat dan perlu direvisi,â tandas pria asal Surabaya ini seperti dikutip DetikNews.
Meski demikian, Franky tidak mempermasalahkan jika ada keluarga penumpang menerima dana tersebut. Dia dan beberapa penumpang lain tidak akan menerima sebelum ada penjelasan lebih lanjut. Surat itu masih dikaji ahli hukum yang disodorkan Wali Kota Tri Rismaharini dalam pertemuan.
Saat dikonfirmasi, Risma membenarkan adanya surat dana bantuan dana dari AirAsia. Ia meminta ahli hukum untuk menelitinya. âMemang ada (surat perjanjian), tapi masih dikaji Prof Budi (ahli hukum Unair),â kata Risma di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Senin (05/01/2015) siang.
Pihak Air Asia belum dikonfirmasi terkait hal ini. Communications Air Asia Indonesia, Malinda Yasmin, tidak mengangkat ponsel saat dihubungi.
Sumber: http://simomot.com/2015/01/05/keluarga-penumpang-aie-asia-qz8501-menolak-tawaran-bantuan-rp-300-juta/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar