Rabu, 14 Januari 2015

Cara Tim Inafis AirAsia Manfaatkan Waktu Istirahat

Cara Tim Inafis AirAsia Manfaatkan Waktu Istirahat

SURABAYA - Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polrestabes Surabaya melakukan sejumlah kegiatan di sela-sela menunggu kedatangan jenazah Korban Pesawat AirAsia QZ 8501.

Mereka memanfaatkan waktu luang untk menghilangkan penat dg memanfaatkan jasa pijat Tuna Netra. Sejumlah tuna netra ahli pijat memang disiagakan sebagai relawan di Posko Crisis Center Polda jatim.

Dua di antaranya adalah Suwardi dan Sukiat, warga Surabaya. Dengan berbekal ilmu pijat dua tuna netra ini menekan beberapa persendian anggota Inafis.

Perlu diketahui, tim Inafis ini merupakan pintu pertama untk identifikasi ketika jenazah korban Pesawat QZ 8501 datang ke RS Bhayangkara. Setelah proses identifikasi awal selesai data dan jenazah diserahkan ke tim DVI untk dilakukan identifikasi selanjutnya.

"Ini kan waktu luang, ya nggak apa-apa menghilangkan penat dg pijat," kata salah satu anggota Inafis.

Sementara itu, Suwardi sudah 10 tahun sebagai pemijat dan menikmati profesi tsb. Bahkan ketika dimintai sebagai relawan oleh PERTANI ia pun sanggup karena bentuk keprihatinan terhadap korban AirAsia.

Relawan Tuna Netra ini sudah berada di Posko Crisis Center siaga sejak 1 Januari 2015 lalu. Hampir tiap hari puluhan Tuna Netra berada di lokasi tsb untk menyediakan jasa pijat gratis bagi polisi, wartawan, dan lain-lain. Mereka di bawah yayasan Persatuan Tuna Netra Ahli Pijat Indonesia (Pertapi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar