Sabtu, 10 Januari 2015

Bergulir,  petisi tolak pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri

Bergulir,  petisi tolak pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri

Muncul petisi yang mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Petisi digagas Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho melalui situs change.org. Emerson pada awalnya membuat petisi yang mendorong Jokowi agar melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) proses seleksi calon Kapolri pada Jumat (9/1).

Bergulir, petisi tolak pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri

Komjen Budi Gunawan/Kompas.com

Dalam petisi tersebut, Emerson menyampaikan adanya kerisauan publik mengenai nama-nama calon Kapolri yang diduga memiliki rekening gendut. Untuk itu, menurut dia, Presiden Jokowi perlu melibatkan KPK dan PPATK dalam memberi masukan mengenai rekam jejak para calon kepala Kepolisian RI.

“Sudah seharusnya Jokowi mengulang kesuksesan dalam menjaring calon menteri Kabinet Kerja dan mendapatkan figur berintegritas dengan melibatkan KPK dan PPATK. Sebaliknya, Jokowi juga tidak mengulang kesalahan ketika memilih calon Jaksa Agung tanpa melibatkan KPK dan PPATK,” demikian isi petisi seperti dikutip Kompas.com.

Menurut Emerson, pemilihan Kapolri sebaiknya tidak didasarkan pada politik dagang sapi atau politik balas budi. Penunjukan Kapolri harus didasari pada aspek kepemimpinan, integritas, rekam jejak, kapasitas, dan komitmen yang kuat dalam mendorong agenda antikorupsi.

“Meskipun pemilihan calon Kapolri adalah hak prerogatif Presiden, namun jika Jokowi salah memilih figur Kapolri maka akan berdampak rusaknya kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tulis petisi tersebut.

Petisi tersebut kemudian diperbarui setelah beredar surat penunjukan Budi Gunawan oleh Jokowi sebagai calon Kapolri yang akan diuji di DPR pada Jumat sore. Dalam petisi yang telah diperbarui itu, Emerson menyampaikan penunjukan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri mengecewakan.

Emerson berharap lewat petisi ini Jokowi menarik kembali usulan pencalonan Budi Gunawan. Apalagi, KPK mengaku tidak dilibatkan dalam proses pencalonan Kapolri pengganti Jenderal Sutarman tersebut.

“Hal ini tentu mengecewakan dan dengan adanya petisi ini, kita masih tetap berharap Jokowi menarik kembali usulan calon Kapolri tersebut. Mestakung,” tulis Emerson dalam petisinya.

Hingga Minggu (11/1) pagi, petisi ini sudah didukung 252 orang. Saat dikonfirmasi, Emerson mengatakan bahwa petisi ini akan tetap dilanjutkan sebagai bentuk protes atas langkah Jokowi menunjuk Budi Gunawan.

Sumber: http://simomot.com/2015/01/11/bergulir-petisi-tolak-pencalonan-budi-gunawan-sebagai-kapolri/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar