pasukan AS evakuasi jenazah korban dari Kapal USS Sampson dg helikopter Seahawk (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Kapal USS Sampson milik Amerika Serikat (AS) kemarin sukses menemukan 12 jenazah korban penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 setelah melakukan operasi di tengah laut seharian. Berbeda dg tim gabungan Basarnas yang terlihat sangat sulit lantaran terkendala cuaca buruk sehingga memakan waktu.
Badan SAR Nasional (Basarnas) menepis anggapan bahwa armada negeri Paman Sam lebih tangguh sehingga mampu bekerja lebih efektif dan efisien dalam melakukan pencarian jenazah para korban.
Kepala Basarnas Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo mengatakan, setiap tim yang diterjunkan memiliki tanggung jawab yang sama, sehingga tdk bisa dikatakan pihak tertentu lebih hebat atau militan dalam melakukan operasi pencarian.
"Kata siapa? Saya tdk ingin menyatakan Amerika lebih banyak (temukan jasad korban-red) dari yang lain. Ini pernyataan seperti ini (bisa) membuat polemik di sana. Semua unsur punya bagian yang sama," tegas Soelistyo kepada wartawan di kantor pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2015).
Soelistyo juga menegaskan, setiap kapal dalam operasi pencarian jenazah korban maupun puing pesawat AirAsia telah memiliki misi prioritasnya masing-masing.

"Saya katakan, saya kirim tanker itu maksudnya kemarin saya sampaikan tanker itu perannya adalah untk memberikan semua bahan bakar, biar mereka tdk keluar ke area lebih jauh untk isi bahan bakar," terangnya.
Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/01/03/337/1087365/basarnas-bantah-pasukan-as-bekerja-lebih-efektif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar