INI proses yang begitu cepat, seperti penunjukan Kapolri. Baru kenal 4 hari, santriwati Marwidah, 17, sudah rela âdieksekusiâ Parjino, 26. Maklum, lelaki ini selain pinter ngomong juga ganteng seperti calon Kapolri. Tapi ternyata, Parjino yang ngaku bujangan sebenarnya sudah beristri. Marwidah pun lapor polisi.
 Orangtua sering menasihati: aja kesusu mundhak keliru (jangan tergesa-gesa agar jangan keliru). Presiden Jokowi agaknya lupa nasihat para pinisepuh tsb. Baru sehari Kompolnas mengajukan daftar calon Kapolri, presiden langsung pilih Budi Gunawan dan diserahkan ke DPR untk uji kelayakan. Nggak tahunya, belum juga di-fit and propertest, ehâ¦..sudah dijadikan tersangka gratifikasi oleh KPK. Bagaimana nggak malu?
Gadis Marwidah santriwati dari Desa Maduleng Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, ini juga punya perangai seperti itu, demen tergesa-gesa. Baru kenal beberapa hari dg Parjino yang ganteng macam calon Kapolri, langsung klepeg-klepeg. Diajak ke hotel mau saja, nahâ¦..di sana pun dirayu-rayu dan mau saja digauli. Padahal akhirnya dia menyesal sendiri.
Murid sebuah ponpes di Kecamatan Omben ini memang gaul habis. Di tasnya tak pernah lepas HP canggih. Nah sekali waktu ada telepon salah sambung ke HP-nya. Mestinya begitu salah sambung langsung dimatikan, ini malah ngelantur jadi ngobrol ngalor ngidul. Ketika kemudian lelaki bernama Parjino ini selalu mengirim SMS diladeni pula. Keduanya pun menjadi semakin akrab.
Hari berikutnya sudah ngajak bertemu langsung. Begitu ketemu, aihâ¦â¦ gantengnya Parjino ini, nyaris seperti calon Kapolri. Cuma dia tak punya rekening gendut, paling-paling perutnya saja yang agak gendut. Jantung Marwidah langsung berdegup keras. Rupanya ada sinyal-sinyal cinta yang pertama pada lelaki ini.
Di samping ganteng, Parjino juga pintar merayu atau meyakinak lawan jenisnya. Bukti nyata, baru kenal 4 hari mau saja Marwidah diajak jalan-jalan anak muda dari Desa Rabasan Kecamatan Kedungdung Sampang. Jalan-jalannya tak sekedar di lingkungan desanya, tapi ke Surabaya kota pahlawan. Lag-lagi karena terpesona oleh kegantengan Parjino, Marwidah langsung mau.
Karena kemalaman, keduanya lalu menginap di hotel. Ini memang disengaja oleh Parjino. Begitu masuk kamar, sicowok sudah merayu-rayu mengajak hubungan intim bak suami istri. Awalnya Marwidah menolak. Tapi ketika âkenaâ langsung pada sumbernya, santriwati itu hanya bisa pasrah. Apa lagi Parjino menggaransi akan menjadikannya sebagai istri. Maka ketika anak muda ini mau nambah, Marwidah tak keberatan juga.
Mereka pun tambah akrab. Sampailah kemudian Marwidah dikasih tahu oleh salah satu temannya bahwa Parjino sudah punya istri dan anak. Langsung lemes gadis pesantren itu. Dia pun mencoba mengecek ke alamat lelaki itu. Ternyata benar, di rumahnya Parjino sudah punya keluarga. Langsung Marwidah pulang sambil menahan tangis.
Tiba di rumah dia cerita pada keluarganya, mengenai nasib yang baru saja dialami. Tentu saja orangtuanya menyalahkan Marwidah, kenapa baru kenal beberapa hari sudah mau berbuat terlalu jauh. âDia pinter ngomong seperti pengacara, dan ganteng seperti calon Kapolri Pak.â Kata Marwidah polos.
Urusan ini segera dilaporkan ke Polres Sampang. Marwidah minta tanggungjawab Parjino yang sudah membohongi gadis pesantren sekaligus menggauli. Dijadikan istri kedua ya apaboleh buat, ketimbang sudah ternoda tak ada yang tanggungjawab.
Kalau yang ternoda kain, direndem rinso juga langsung bersih. (Gunarso TS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar