Jumat, 09 Januari 2015

Baik-Buruk Penerbangan di Tangan Menhub

Baik-Buruk Penerbangan di Tangan Menhub

Menteri Perhubungan Ignasisus Jonan (dok. Okezone)

Baik-Buruk Penerbangan di Tangan Menhub

JAKARTA - Menteri perhubungan di era Presiden Abdurahman Wahid, Budi Muliawan Suyitno, menilai baik dan buruknya industri penerbangan Indonesia bergantung regulator yakni Kementerian Perhubungan.

"Karena yang selalu diaudit di dunia internasional adalah regulatornya. Kalau regulatornya baik, maka operator dan semuanya baik. Tapi kalau regulatornya busuk, maka semua akan buruk," tegas Budi saat menjadi pembicara dalam acara Diskusi Polemik Sindo Trijaya Network di Jakarta, Sabtu (10/1/2015).

Ia mengatakan, jika pertumbuhan industri penerbangan tdk dibarengi regulasi yang matang maka nyawa penumpang menjadi taruhannya. "Jika Menhub tdk siap dg regulasinya, maka akan banyak yang dikorbankan, itu warning-nya," lanjutnya.

Di tempat yang sama, pengamat penerbangan Samudra Sukardi mengatakan bahwa di dalam dunia penerbangan regulator harus memastikan penerbangan tdk semrawut.

"Regulator membuat regulasinya, kalau regulasinya semerawut maka operator dan penerbangannya bisa semerawut. Regulator harus menjalankan dan mengawasi karena airlines tdk mungkin tdk ikut regulasi," ujar Sukardi.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana, menegaskan bahwa kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 yang paling bertanggung penuh adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

"Dalam kecelakaan ini, Menteri (Perhubungan) bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan," ujar Yudi.

Dia juga menyesalkan keputusan Jonan yang membekukan penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura karena alasan tak berizin. "Seharusnya menteri bukan menghukum maskapai, tapi benahi dulu regulasinya," tegas Yudi.

(ris)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/01/10/337/1090401/baik-buruk-penerbangan-di-tangan-menhub

Tidak ada komentar:

Posting Komentar