JAKARTA (Pos Kota) â" Memasuki puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung Januari hingga Februari, berbagai kesiapan antisipasi banjir dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Selain peralatan, tim penyelam disiagakan untk mengevakuasi korban.
Tim penyelam dari Satpol PP ini bertugas untk meminimalisir jumlah korban tenggelam saat musibah banjir. ââKita akan terjungkan tim resque dari anggota saya sebagai regu penyelam. Apabila ada warga yang tenggelam, anggota saya bisa saya perintahkan untk mencari,â kata Kasatpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, kemarin.
Kukuh menambahkan, tim resque penanggulangan bencana yang dimiliki jajarannya ini tersebar di seluruh wilayah. Di mana masing-masing wilayah terdapat satu regu dg jumlah personel sekitar 10 orang. ââMasing-masing wilayah ada resquenya, per-regu isinya 10 orang. Mereka bekerja 24 jam dan jaga bergiliran,â tuturnya.
Menurut Kukuh, selain regu penyelam, pihaknya juga menyiapkan 485 armada truk pengangkut personel dan logistik di lokasi-lokasi terdampak banjir. Dari total armada itu, 15-20 di antaranya dioperasikan sebagai truk kendaraan logistik di masing-masing wilayah.
âKalau yang buat mengangkat logistik itu, kira-kira masing-masing wilayah bisa kitaa kerahkan 15-20 unit kendaraan,â jelasnya.
Tak hanya itu, sambung Kukuh, di lokasi terdampak banjir, pihaknya juga akan menerjunkan kendaraan mobil dapur umum dan perahu karet. Mobil dapur umum di setiap wilayah dioperasikan sebanyak dua unit, sedangkan perahu karet 10 unit. âââMobil itu kalau kitaa buka bisa jadi dapur umum. Di Tiap wilayah punya dua unit, itu siap pakai. Begitu juga perahu karet, ada 10 yang ready,â tuturnya.
Kukuh mengutarakan, dalam penanganan banjir di Ibukota, personel Satpol PP hanya bertugas sebagai bala bantuan di lapangan. Sebab, leading sektor penanganan banjir di Ibukota Jakarta di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI dan instansi terkait lainnya. âDulu sebelum ada BNPB, Satpol PP Jadi leading sektornya, tapi sekarang tdk lagi, kitaa hanya sebagai anggota. Walau demikian kitaa punya peralatan yang bisa dikerahkan,â tukasnya.
Sebelumnya berdasarkan data dari Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI terdapat 125 kelurahan di seluruh wilayah ibukota terancam banjir saat musim hujan tiba. Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi wilayah yang diprediksi bakal paling banyak terendam. Diikuti Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Umumnya kelurahan ini dilintasi oleh sungai besar seperti Kali Ciliwung, Kali Pesanggarahan, Kali Angke, Kali Krukut dan Kali Sunter.(guruh)
Sumber: http://poskotanews.com/2015/01/05/antisipasi-banjir-di-jakarta-tim-penyelam-pun-dikerahkan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar