Senin, 05 Januari 2015

Alasan Penumpang AirAsia Masih Terikat di Kursi

Alasan Penumpang AirAsia Masih Terikat di Kursi

Alasan Penumpang AirAsia Masih Terikat di Kursi (Tim SAR menemukan kursi penumpang AirAsia/Foto: Arif, Okezone)

Alasan Penumpang AirAsia Masih Terikat di Kursi

JAKARTA - Kapal KD Kasturi milik Malaysia yang melakukan pencarian terhadap korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 menemukan tiga jenazah dalam kondisi duduk di kursi pesawat. Bagaimana hal tsb bisa terjadi?

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, mengatakan, korban kesulitan untk membuka sabuk pengaman di pesawat karena dalam kondisi tdk sadar.

“Hal ini disebabkan daya tarik bumi atau gaya gravitasi yang membuat penumpang kehilangan kesadaran setelah gaya tarik tsb,” kata Dudi dalam perbincangan dg Okezone, Selasa (6/1/2014).

Dalam kondisi tsb, lanjutnya, para penumpang kesulitan untk membuka sabuk pengaman yang masih terpasang di tubuhnya. Oleh karenanya, banyak ditemukan jenazah yang masih memakai sabuk pengaman.

"Mereka bisa jadi pingsan, pada saat mau keluar sudah tak sadar lagi karena kerasnya daya tarik bumi," tuturnya.

Apalagi, tambahnya, dalam keadaan darurat waktu yang tersedia cukup singkat untk melakukan penyelamatan diri. “Mereka hanya memiliki waktu 90 detik untk keluar menyelamatkan diri dari badan pesawat," tambahnya.

Ketika pesawat melakukan pendaratan darurat di atas air, kemungkinan besar para penumpang masih dalam posisi duduk di bangkunya masing-masing dan terikat sabuk keselamatan.

(kem)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/01/06/337/1088314/alasan-penumpang-airasia-masih-terikat-di-kursi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar