Senin, 15 Desember 2014

Teror di Kafe Sydney berakhir, 2 sandera dan pelaku tewas

Teror di Kafe Sydney berakhir, 2 sandera dan pelaku tewas

Teror di Kafe Sydney berakhir, 2 sandera dan pelaku tewas

Kepolisian Australia mengatakan, jumlah korban tewas dalam drama penyandraan di kafe Lindt berjumlah tiga orang. Dua korban tewas adalah warga yang disandera sedangkan satu orang lainnya adalah Haron Moris, pelaku penyanderaan yang berusia 49 tahun.

Salah satu warga yang berhasil kabur dari penyanderaan di Sydney, Australia. (ABC)

Salah satu warga yang berhasil kabur dari penyanderaan di Sydney, Australia. (ABC)

Pengepungan di cafe Lindt telah berakhir sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Pengepungan berakhir setelah drama penyerbuan polisi ke dalam kafe untuk menyelamatkan puluhan sandera. Polisi memasuki kafe dari pintu belakang dan melemparkan granat setrum sambil menembak ke dalam kafe. Suara deru tembakan dan ledakan terdengar diikuti dengan serangkaian teriakan dan kilatan lampu kafe.

Dua sandera yang tewas adalah laki-laki berusia 34 tahun dan wanita berusia 38 tahun. Keduanya dinyatakan meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Sedangkan satu pelaku penyanderaan yang tewas adalah Haron Moris, yang merupakan pengungsi asal Iran telah menyandera puluhan orang di dalam kafe Coklat Lindt.

Haron diketahui membawa bendera hitam dengan tulisan Arab berwarna putih, mirip dengan yang digunakan militan Islam di benua lain. Bendera itu diletakkan Monis di jendela kafe.

Monis sebelumnya juga dilaporkan memposting pesan di media sosial dan mengunggah video ke Youtube. Pria yang dikenal pula sebagai Sheikh Haron ini diduga bertindak sendirian dalam menjalankan aksi terornya di Australia. Drama teror berakhir setelah berlangsung 16 jam.

“Pelaku penyanderaan tewas saat baku tembak dengan petugas kami. Insiden ini adalah tindakan perorangan. Semoga kejadian ini tidak mengubah cara pandang hidup kita,” ujar Komisioner Polisi New South Wales, Andrew P. Scipione seperti dikutip MetroTVNews dari AFP, Selasa (16/12/2014) dini hari waktu setempat.

Selain korban meninggal dunia, empat sandera lain terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tiga di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.

#illridewithyou cegah benci Islam
Sebelumnya, warga Australia mengutuk aksi tersebut. Mereka di antaranya menyatakan kesetiakawanan dengan masyarakat Muslim. Melalui media sosial dengan memakai hashtag #illridewithyou, sebagai gerakan solidaritas yang berupaya mengantisipasi sikap yang mengarah pada kebencian terhadap Islam.

Kekhawatiran itu muncul saat polisi melakukan pengepungan terhadap penyandera, dibalas dengan berkibarnya “bendera Islam” dari di kafe tersebut. Seorang wanita Australia dilaporkan memulai #illridewithyou untuk menunjukkan kesetiakawanan dengan umat Islam.

Seperti diketahui, lebih dari 40 kelompok Muslim mengutuk penyanderaan itu, dengan mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka menolak setiap upaya mengambil nyawa tak berdosa dari setiap manusia atau menanamkan rasa takut dan teror dalam hati mereka.

Betikut ini di antaranya ungkapan mereka. “#373 bus antara Coogee & Martin Place. #illridewithyou @ saya jika Anda ingin memakai penutup kepala & tidak diganggu,” kata @sirtessa dalam kicauannya.

Dalam beberapa jam, warga Australia di seluruh negeri itu mengulangi hashtag tersebut, dengan lebih dari 40 ribu kicauan #illridewithyou, yang kemudian menjadikan salah satu laman terpopuler media gaul tersebut.

“Saya bertekad selalu mengatakan sesuatu ketika saya melihat pelecehan di angkutan umum. #illridewithyou,” kata satu pengguna di Twitter seperti dikutip VivaNews.

Pengguna lain di Australia Selatan menulis, “Jika Anda mengenakan pakaian keagamaan dari pinggiran barat #Adelaide ke kota itu pada Selasa tapi tidak ingin bepergian sendiri #illridewithyou.” Yang lain menawarkan bantuan di luar dukungan perjalanan, “Saya tinggal di rumah besar, sehingga tidak berguna untuk #illridewithyou, tapi jika Anda di tarneit VIC dan perlu tempat aman untuk bersembunyi, hubungi saya.”

Komisaris Pembedaan Ras Australia Tim Soutphommasane menyatakan, berbesar hati dengan gerakan itu. Kemudian menambahkan, “Jangan biarkan ketakutan, kebencian dan perpecahan menang.”

Kelompok benci Islam menyatakan marah atas pengepungan itu. Liga Pertahanan Australia menulis di Facebook, “Ini dia teman, terorisme Islam dalam negeri di halaman belakang kita akibat kebaikan pemerintah Australia dan pemilihnya, yang sudah dicuci otak.”

Komisaris Polisi New South Wales Andrew Scipione menyatakan petugas bekerja sama dengan masyarakat Muslim. “Serangan pembalasan adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.”

Sumber: http://simomot.com/2014/12/16/teror-di-kafe-sydney-berakhir-2-sandera-dan-pelaku-tewas/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar