Sidoarjo (ANTARA News) - Keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang kehilangan kontak usai tinggal landas dari Bandara Internasional Juanda menuju ke Singapura dua hari lalu berharap ada keajaiban tentang kondisi keluarga mereka yang masih belum ditemukan.
"Kami kasih terus menunggu dan berharap adanya informasi serpihan yang diduga sebagai pesawat tsb bukan pesawat seperti yang didugakan," kata Dwijanto yang merupakan orang tua Bimo A yang menjadi penumpang pesawat tsb.
Dia mengatakan keluarganya terus berharap ada keajaiban untk proses pencarian ini dan berharap pesawat tsb ditemukan dalam keadaan utuh dg seluruh penumpangnya selamat.
"Kami masih optimistis kalau keluarga kammi yang ada dalam pesawat tsb masih bisa ditemukan dg selamat bersama dg penumpang lainnya," kata dia.
Ia mengatakan, anaknya pergi ke Singapura dalam rangka berlibur bersama dg enam orang rekan lainnya yang masih satu kantor.
"Anak saya ini anak kedua dan baru pertama kali ini berangkat ke Singapura. Sekali lagi harapan kammi semoga para penumpang bisa segera ditemukan dg keadaan selamat," kata dia.
Mengenai ajakan AirAsia ikut dalam pencarian, dia menyatakan tdk akan mengikutibnya.
"Kami akan menunggu di posko saja sambil menunggu perkembangan yang baik," ujarnya.
Kepala Badan SAR Nasional Jawa Timur Hernanto mengaku belum menerima informasi apa pun menhenai AirAsia QZ8501.
"Belum, belum ada informasi yang kammi dapat dari Basarnas Pusat. Kami masih menunggu, dan apa pun yang didapat di lokasi, pasti akan diinformasikan ke kammi," kata dia.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2014
Sumber: http://www.antaranews.com/berita/471488/keluarga-penumpang-qz8501-berharap-keajaiban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar