Selasa, 30 Desember 2014

Ini tiga alat canggih tim survei untuk temukan Air Asia QZ8501 di dasar laut

Ini tiga alat canggih tim survei untuk temukan Air Asia QZ8501 di dasar laut

Ini tiga alat canggih tim survei untuk temukan Air Asia QZ8501 di dasar laut

Tim survei yang beranggotakan Ikatan Surveyor Indonesia dan Asosiasi Kontraktor Survey Laut Indonesia membawa sejumlah peralatan canggih yang biasa digunakan untuk pemetaan bawah laut. Mereka berangkat menuju perairan Selat Karimata dengan misi utama memetakan titik tepat tenggelamnya badan pesawat AirAsia QZ8051 dan mengambil data visual dari bawah laut.

Kapal Survei. (DetikNews)

Kapal Survei. (DetikNews)

“Jadi nanti kami akan cari objek dengan sonar, setelah itu akan dibuat peta dalam bentuk 3D setelah itu ROV akan diturunkan untuk mengambil gambar visual berupa video dan foto,” kata kata Ketua Ikatan Alumni Geodesi ITB yang tergabung dalam tim survey, Henky Suharto, di pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (31/12/2014).

Setidaknya ada tiga alat canggih yang dibawa untuk keperluan survei ini, yakni‎ Multybeam Echosounder, Side Scan Sonar dan ROV‎ (Remotly Operating Vehicle). ROV ini yang akan diterjunkan untuk mengambil data visual berupa foto dan video di tempat yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.

“Kami usahakan nanti bisa dapat data visual berupa foto dan videonya,” jelas Henky sebagaimana dilansir DetikNews.

Untuk diketahui, area pencarian di Selat Karimata memiliki luas 121×174 km persegi. ‎Tim yang dilengkapi perlengkapan canggih ini akan berusaha mencari titik paling akurat keberadaan main body pesawat AirAsia QZ8501.‎ Diperkirakan butuh waktu dua hari untuk melakukan pemetaan dan mengambil data visual di area laut seluas itu.

Tim yang dibawa untuk melakukan survei terdiri dari‎ ahli hidrografi, positioning, geologi, robotic, dan oceanografi‎. Sehari-hari mereka bekerja untuk pemetaan dasar laut terkait keperluan eksplorasi minyak dan gas, sehingga kemampuan anggota tim tak perlu diragukan lagi. Hebatnya, semua anggota tim adalah warga negara Indonesia.

Pangkalanbun putus kontak dengan KRI Bung Tomo

Pencarian Air Asia QZ8501 yang hilang Minggu (28/12/2014) lalu.

Pencarian Air Asia QZ8501 yang hilang Minggu (28/12/2014) lalu. (Merdeka)

Sementara itu Komandan pelaut KRI Bung Tomo Letkol TNI AL Ashari Alamsyah mengaku, kesulitan melakukan komunikasi dengan kapal KRI Bung Tomo yang sedang mengevakuasi pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.

“Sementara saya tidak bisa update berapa jenazah yang ditemukan karena terputusnya komunikasi dengan KRI Bung Tomo yang sedang operasi di tengah laut,” kata Ashari di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2014).

Menurut dia, komunikasi terputus setelah menemukan 2 penumpang pesawat Air Asia berjenis kelamin perempuan yang mengapung di tengah laut pada Selasa (30/12/2014) sore kemarin.

“Sejak kemarin komunikasi terputus saat menemukan 2 jenazah perempuan,” katanya seperti dikutip Merdeka.

Dia menambahkan, alasan komunikasi yang terputus dari KRI Bung Tomo ke Pangkalanbun lantaran jaraknya terlalu jauh sekitar 105 mil. “Putus komunikasi karena jaraknya jauh,” imbuhnya.

Sementara pihaknya juga tak bisa menuju KRI Bung Tomo yang sekarang berada di sekitaran 97 mil dari Lanud Iskandar, Pangkalanbun. “Ini saja tak jadi diterbangkan karena cuaca buruk tapi di KRI Bung Tomo tetap berlangsung evakuasi,” pungkasnya.

Sumber: http://simomot.com/2014/12/31/ini-tiga-alat-canggih-tim-survei-untuk-temukan-air-asia-qz8501-di-dasar-laut/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar