DEPOK (Pos Kota) â" Hari terakhir Operasi Zebra Polresta Depok menilang 5182 pelanggar lalulintas. Paling banyak kendaraan yang ditilang adalah sepeda motor.
Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sri Hartatik mengatakan selain tilang, anggota juga menegur 821 pengendara. âOperasi zebra yang diadakan selama 14 hari mulai tanggall 26 November hingga 9 Desember, sebanyak 5182 yang ditilang. Teguran 821 dan untk pelanggaran yang paling banyak adalah 3911 motor dan 261 mobil,âujarnya kepada Pos Kota di ruang kerjanya, Selasa (9/12).
Sedangkan tilangan yang disita petugas 1537 SIM dan 3634 STNK. âAda juga mobil yang disita lantaran STNK yang sudah kadaluarsa atau sudah mati. Mobil yang disita baru bisa diambil setelah pemiliknya mengikuti proses sidang dulu, baru langsung diperpanjang STNK yang mati,âkatanya.
Operasi Zebra untk tahun ini, lanjut Kasat, berharap aopir angkutan umum untk lebih taat peraturan berlalulintas. âSelama operasi zebra berlangsung banyak sopir angkot belum memilik SIM atau SIM-nya kadaluarsa,âungkapnya.
Kanit Regident SIM Polresta Depok, AKP Sutomo mengatakan setelah operasi zebra digelar, terjadi peningkatan dalam proses pembuatan maupun perpanjang SIM. âSetiap harinya yang tadi cuman 120 SIM sehari, kini selama operasi zebra berlangsung meningkat dua kali lipatnya menjadi 250 SIM baik pembuatan baru maupun perpanjang,âkatanya.
Menurut Sutomo, dari kenaikan tsb dalam pelayanan SIM A dan C. âSebanyak 15 personil petugas Satpas SIM yang ada di Pasar Segar dan Polresta Depok bekerja keras melayani masyarakat yang ingin membuat dan melakukan perpanjang SIM yang mati,âdemikian. âMasyarakat mulai ada kesadaran dalam berlalulintas selama Operasi zebra digelar. Hal itu terlihat kenaikan dua kali lipat pembuatan SIM.â (Angga)
Sumber: http://poskotanews.com/2014/12/10/setelah-operasi-zebra-pembuat-sim-di-depok-meningkat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar