
Minuman keras oplosan atau yang biasa disebut âCherrybelleâ di Garut, Jawa Barat, kembali merenggut nyawa korban. Sampai Kamis (4/12) malam, Â korban tewas tercatat 16 orang, dan puluhan orang lainnya di rawat di RSUD Dokter Slamet Garut.
Suasana di IGD RSUD yang dipenuhi puluhan pasien korban minuman keras oplosan di Garut, Jawa Barat/Rio Kuswandi/Kompas.com
Kepala Humas RSU Dokter Slamet, Ade Sunarya mengatakan, para korban datang ke rumah sakit secara bertahap. Sebagian dari mereka dalam keadaan kritis saat tiba di rumah sakit.. Para korban mengeluhkan hal sama karena sebelumnya telah menenggak minuman keras oplosan yang biasa disebut âCherrybelleâ di di kota dodol tersebut.
âSekarang tercatat korban tewas akibat dugaan keracunan minuman keras oplosan menjadi 16 orang. Ini yang tercatat di rumah sakit, tidak tahu kalau korban sama di luar yang tidak dirawat di rumah sakit, katanya sih masih banyak,â jelas Ade, seperti dilansir Kompas.com.
Berdasarkan informasi, memang terdapat beberapa korban tewas lainnya yang tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Beberapa di antaranya adalah Deden yang diketahui tewas bersama adiknya karena miras oplosan.
âKatanya korban tewas akibat miras ini yang tidak dibawa ke rumah sakit,â jelas Anang, salah seorang keluarga korban miras.
Diberitakan sebelumnya, sejak Senin (1/12) sembilan pemuda asal Garut diketahui tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Selain para korban tewas, dua orang dirawat di rumah sakit dengan kondisi kritis sampai Rabu (3/12/2014) sore.
Korban tewas antara lain Dani, Sobar, Sudar, Erwan, Budiman, mereka asal dari Kecamatan Garut Kota. Lalu Andri dan Asep, keduanya warga Tarogong Kidul. Kemudian Yayan dan Ripal dari Kecamatan Bayongbong.
Sedangkan dua orang dalam kondisi kritis yang masih dirawat di RSU Dokter Slamet adalah kakak beradik, Romi dan Roni, warga Kecamatan Garut Kota. Para korban tewas dan kritis akibat miras oplosan ini berusia dari 15 sampai 22 tahun.
Pada Rabu (3/12) malam, korban tewas bertambah 5 orang dari jumlah sebelumnya 10 orang. Sedangklan pada Kamis malam korban tewas bertambah satu orang. Kini keseluruhan korban tewas akibat miras âCherrbelleâ ini berjumlah 16 orang.
Dari catatan RSUD Dokter Slamet Garut,, korban pertama datang ke rumah sakit pada Senin 1 Desember pagi. Sejak saat itu para korban datang silih berganti ke rumah sakit. Korban-korban miras ini tidak saling mengenal.
Namun, masing-masing membeli miras oplosan dengan jenis yang sama dan di tempat yang sama juga, yakni di sebuah kios di kawasan Terminal Guntur, Garut.
Sementara kios yang menjual miras oplosan di kawasan Terminal Guntur, Garut kini tutup. Sejauh ini polisi masih menyelidiki sekaligus memburu pedagang miras oplosan yang menghilang.
Sumber: http://simomot.com/2014/12/05/pesta-miras-cherrybelle-16-warga-garut-tewas/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar