Kamis, 11 Desember 2014

Pemerintah pertimbangkan penerbitan sukuk proyek berdenominasi dolar AS

Pemerintah pertimbangkan penerbitan sukuk proyek berdenominasi dolar AS

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah mempertimbangkan penerbitan sukuk negara berbasis proyek (project based sukuk) berdenominasi dolar AS, sebagai upaya diversifikasi pembiayaan untk mendorong percepatan pembangunan sarana infrastruktur.

"Kami pernah memakai sukuk proyek untk pembangunan jalur ganda Cirebon-Kroya, dan kammi akan ekspansi, tapi belum tahu berapa. Yang terpenting kammi akan mengembangkan, bukan hanya rupiah, tapi juga sukuk proyek dg dolar AS," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Kamis malam.

Bambang mengatakan penerbitan sukuk proyek dg denominasi dolar AS merupakan salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur yang bisa dilakukan sesuai kebutuhan, selain skema kemitraan pemerintah swasta yang juga melibatkan peran investor.

Pengembangan sukuk proyek itu, tambah dia, bisa dilakukan melalui bantuan dari Bank Pembangunan Islam (IDB), yang telah memiliki pengalaman dan kapasitas dalam penerbitan instrumen pembiayaan berbasis syariah ini.

"Sumber pembiayaan bisa darimana saja, termasuk dari bond, tapi masih ada ruang bagi institusi lain untk berpartisipasi, dan IDB memiliki keunikan karena strukturnya syariah. Jadi bisa saja misalnya IDB menerbitkan obligasi syariah untk pembiayaan infastruktur di Indonesia," ujarnya.

Bambang tdk mengungkapkan terlalu jauh mengenai penerbitan sukuk proyek berdenominasi dolar AS ini, karena pemerintah sedang melakukan kajian terkait kemungkinan penerbitan instrumen ini masuk dalam rencana pembiayaan di APBN-Perubahan 2015.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN) berbasis proyek sebesar Rp800 miliar pada 2013 untk pembiayaan proyek infrastruktur transportasi yaitu proyek pembangunan jalur ganda lintas Cirebon-Kroya.

Sementara, pada 2014, jumlah penerbitan sukuk proyek meningkat menjadi Rp1,5 triliun, yang dimanfaatkan untk kelanjutan proyek Cirebon-Kroya sebesar Rp745 miliar serta proyek elektrifikasi jalur ganda kereta api di Jawa Rp626 miliar dan revitalisasi asrama haji senilai Rp200 miliar.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/468819/pemerintah-pertimbangkan-penerbitan-sukuk-proyek-berdenominasi-dolar-as

Tidak ada komentar:

Posting Komentar