Selasa, 23 Desember 2014

Empat pelajaran dari sosok KH Idham Chalid

Empat pelajaran dari sosok KH Idham Chalid

Jakarta (ANTARA News) â€" Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan setidak-tidaknya ada empat hal yang generasi sekarang bisa belajar dari KH Idham Chalid (alm).

Pertama, sebagai kyai dan politisi, Idham Chalid adalah seorang ulama yang mampu menjalankan tugas umara dan umara yang bisa berbuat dg pendekatan ulama.

Meski sebagai ulama, lanjut Menag, perjalanan hidup  Idham Chalid juga cukup banyak dihabiskan di pemerintahan, tdk hanya eksekutif tetapi juga legislatif. Ini tentu bukan perkara mudah karena harus memainkan dua lakon yang berbeda, yakni politisi sekaligus ulama.

"Sebagai politisi,  Kyai Idham Chalid melakukan gerakan yang strategis â€" kompromistis yang oleh sebagian kalangan dinilai pragmatis. Sebagai ulama beliau bersikap fleksibel," terang Menag saat memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Perguruan Darur Ma’araif, Senin (22/12) malam.

"Sebagai ulama, almarhum Idham Chalid menjaga Islam tetap ada di jalurnya dan mengupayakan kestabilan umat di tengahâ€"tengah masyarakat" tambahnya.

Pelajaran kedua, kata Menag, terkait kebijaksanaan almarhum Idham Chalid dalam mengedepankan toleransi, kesantunan, dan persatuan sangat menonjol. "Strategi politik beliau hanya bisa dijalankan oleh orang yang bersikap moderat, santun dan hanya mengutamakan persatuan bangsa," jelas Menag.

Andaikata  masih hidup, beliau pasti akan menolak ekteremisme, radikalisme dan terorisme yang berbungkus agama.  Karena kitaa kenal beliau adalah ulama yang sangat meletakkan pada sikap-sikap moderat,"katanya.

Pelajaran ketiga, keteguhan almarhum Idham Chalid  dalam menjaga sikap di antara berbagai kepentingan. Memimpin ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, sekaligus menjalankan tugas pemerintahan, tentu banyak  orang-orang yang berkepentingan yang mengitarinya. "Almarhum Idham Chalid senantiasa berpesan, jangan sampai teman dan keluarga menjerumuskan dan menghancurkan kebijaksanaan kitaa dalam memimpin. Beliau selalu konsisten dan istiqomah ketika menyangkut kepada hal-hal yang prinsip," katanya.

Pelajaran keempat,  almarhum Idham Chalid terlahir dari keluarga biasa. "Ini pelajaran yang menarik khususnya bisa generasi muda, bahwa menjadi pemimpin itu tdklah harus berasal dari darah biru, tdk harus berasal dari kalangan elit, karena almarhum telah membuktikan kepada kitaa, beliau berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja," tegasnya. (sumber: kemenag.go.id)

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/470670/empat-pelajaran-dari-sosok-kh-idham-chalid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar