ORGANISASI Keselamatan Penerbangan Sipil Australia saat ini terus memantau pengoperasian drone yang diperkirakan akan melonjak penggunaannya pada waktu Natal dan mengingat saat ini musim kebakaran lahan makan sangat mendesaknya kebutuhan untk mengontrol penggunaan drone tsb.
Drone, pesawat tanpa awak yang mudah dioperasikan dan menjadi hobi baru â" menjadi kado yang dinantikan anak anak dan remaja di Australia.
Pesawat tanpa awak ini dulunya sebagian besar digunakan untk tujuan militer â" tapi sekarang, dg harga yang semakin terjangkau bagi kebanyakan warga Australia, popularitas mereka semakin melejit.
Namun ramainya penggunaan drone memicu kekhawatiran otoritas udara dan dinas pemadam kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran mengatakan drone, atau kendaraan udara tak berawak (UAV) sangat beresiko bagi pilot dan penggunaan drone yang tdk sesuai aturan seperti di kawasan zona kebakaran semak tergolong pelanggaran.
Insiden terkait pesawat yang dikendalikan dg alat pengendali jarak jauh ini yang etrjadi bulan lalu menunjukan kelompok pemadam kebakaran menolak melakukan pemadaman api dari udara jika dikawasan itu ada yang menerbangkan drone tanpa izin.
Phil Hurst, Asosiasi Pertanian Udara Australia, yang mewakili pemadam kebakaran udara mengatakan drone biasanya dioperasikan dg menggunakan batere lithium polymer yang bisa meledak dan memicu kebakaran jika drone itu terjatuh.
âDrone bisa saja dianggap mainan bagi seseorang yang mengoperasikannya, namun bagi pesawat bernilai jutaan dolar yang besar kemungkinan bisa menabrak mereka tentu saja drone tdk bisa dianggap sebagai mainan saja,â katanya.

Remaja dan drone â" Semakin luas dan tinggi jangkauannya semakin mudah mengoperasikannya. Perlu regulasi untk menerbangkannya, karena bisa membahayakan jalur penerbangan pesawat penumpang .
Seperti hanya kebanyakan kalangan, Otoritas Keselamatan Penerbangaan Sipil Australia (CASA) diharapkan akan memprioritaskan isu ini pada tahun 2015.
âKami sangat menantikan hari dimana CASA atau pemerintah Federal mengambil langkah lebih tegas mengenai pengoperasian drone di kawasan kebakaran lahan,â katanya.
Hurst merupakan bagian dari forum masyarakat yang mendorong sanksi denda $ 50,000 â" setara Rp.50 juta â" bagi siapa saja yang mengoperasikan drone di kawasan kebakaran lahan. âSaya kira ada ruang kosong yang menghubungkan teknologi ini dg aturan hukum,â katanya.
âAda banyak aturan yang bisa diterapkan dg lebih segera dari mengubah UU dan itulah yang sedang kitaa upayakan saat ini,â tambahnya, sebagaimana dilansir Radio Australia.
âKami berharap pada awal tahun depan, usulan ini bisa menjadi isu yang akan menjadi agenda utama bagi CASA,â tambahnya.
PENGAWASAN PENTINGÂ
Presiden Asosiasi Operator UAV Bersertifikat Australia, Joe Urli mengatakan minggu depan akan memberikan alasan kuat mengapa pengawasan penggunaan drone sangat diperlukan.
âPekan depan tampaknya akan ada banyak sekali drone yang terbang di langit â" mungkin drone merupakan hadiah yang paling dicari dan diharapkan orang pada Natal ini,â kata Urli.
âSaya pikir akan ada lebih banyak pengoperasian drone untk tujuan rekreasi oleh mereka yang kurang informasi dan kurang berpendidikan dalam hal navigasi udara dan regulasi.â
âSayangnya, teknologi ini begitu maju, keterampilan untk terbang salah satu dari hal-hal yang tercakup dalam drone saat ini, mengoperasikannya pun sangat mudah, tinggal dikeluarkan dari kotaknya, dibawa keluar dan masukan batere maka drone siap diterbangkan,â
âSang operator bisa menerbangkan drone hingga ketinggian 3.000 kaki dalam waktu 10 menit setelah tinggal landas,â kata Joe Urli. â" ABC/d
Sumber: http://poskotanews.com/2014/12/25/drone-bingkisan-natal-yang-paling-disukai-di-australia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar