Napi Saling Tusuk Gara-Gara Uang Rp150 Ribu (foto:Wahyu/SindoTV)

BUKITTINGGI - Aksi perkelahian dua kubu narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Bukittinggi, mengakibatkan dua orang mengalami luka serius.
Salah seorang korban mengalami luka disekujur tubuh akibat tusukan gunting. Sementara korban lainnya mengalami luka di kepala dan tangan akibat dikeroyok.
Perkelahian antar napi ini dipicu persoalan hutang piutang sebesar Rp150 ribu rupiah yang tak kunjung dibayar pelaku penusukan.
Eka Saputra (38), terpidana kasus pencurian kendaraan bermotor mengalami luka di sekujur tubuh setelah ditusuk teman sekamarnya dg gunting. Tidak hanya Eka, Irwanto (30) yang merupakan terpidanan kasus perampokan penghuni juga menderita luka di kepala dan tangan akibat dikeroyok penghuni lain.
Kedua korban penusukan dan pengeroyokan ini harus mendapat perawatan medis di rumah sakit dg kondisi tangan masih diborgol.
Kalapas Klas II A Bukittinggi, Muji Widodo, menyebutkan, kedua warga binaan ini terlibat perkelahian di depan kamar Sel Blok A, pada Minggu (31/11/2014) sore
âKejadian di Blok A, sesama penghuni blok, pelaku dan korban satu kamar, yang satu ditikam dg gunting, antara narapidana dari Palembang dg narapidana dari Bukittinggi, setelah menusuk dia dikejar sama kawan-kawannya dari Bukittinggi,â jelas Muji.
Sementara itu, korban pengeroyokan Irwanto, mengaku perang mulut yang berujung penusukan dan pengeroyokan ini dipicu masalah hutang piutang. âMasalah hutang piutang sebesar 150 ribu rupiah, yang menusuk korban dg gunting itu adik saya,â terang Irwanto.
Dia menambahkan, kejadin berawal saat ia meminta hutang sebesar Rp150 ribu yang tak kunjung dibayar oleh Eka. Tidak puas dg jawaban Eka yang mengatakan tdk memiliki uang, mereka kemudian bertengkar.
Melihat adu mulut ini, adik Irwanto yang bernama Arhan (28) langsung mengambil gunting dari dalam kamar dan menusuk Eka sebanyak tujuh kali. Keributan dua bersaudara asal Palembang ini dg napi asal Bukittinggi, membuat penghuni lapas asal Bukittinggi lainnya naik pitam.
Kemudian, mereka menyerang dan memukuli Irwanto hingga babak belur dan mengalami luka di bagian kepala, serta robek di jari tangan. Sedangkan, Arhan pelaku penusukan luput dari aksi pengeroyokan karena berhasil kabur dan mengunci diri di dalam kamar.
Saat megatahui adanya keributan antar napi, petugas lapas yang berjaga langsung mengamankan dg melerai keributan tsb dan membawa kedua korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi.
Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/01/340/1072745/napi-saling-tusuk-gara-gara-uang-rp150-ribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar