Sabtu, 29 November 2014

Inilah mantan pacar Mayang Prasetyo, dari kasus kriminal hingga tarif booking Mayang

Inilah mantan pacar Mayang Prasetyo, dari kasus kriminal hingga tarif booking Mayang

Nama Mayang Prasetyo kini kembali disebut di sejumlah pemberitaan media massa. Hal itu lantaran sang mantan pacar Mayang, Iwan Agus Prasetyo berurusan dengan polisi setelah melakukan perampasan sepeda motor

Iwan Agus Prasetyo ditangkap polisi karena merampas sepeda motot. (TribunNews)

Iwan Agus Prasetyo ditangkap polisi karena merampas sepeda motot. (TribunNews)

Kabar yang dihimpun menyebutkan, Iwan ternyata dikenal sadis bin kejam. Dia tak segan membacok korbannya. Bukan hanya itu, ia bahkan dikabarkan pernah menghadang dan membentak anggota resmob dari Tim Aiptu Janadi yang sedang membuntutinya.

“Maaf Pak, saat itu saya tidak tahu kalau Bapak ternyata polisi. Saya menyesal Pak,” kata Prasetyo saat menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang, Jumat (28/11/2014).

Prasetyo mengaku telah melakukan perampasan dan penjambretan sebanyak 12 kali. Tiga di antaranya di Kota Semarang, yaitu di Sampangan, Banyumanik, dan Papandayan.

Kali terakhir, Senin (29/10/2014) sekitar pukul 19.30, tersangka membacok seorang pelajar, Dicky Aditya Putra (17), di Jalan Papandayan, tak jauh dari markas Koramil. Tersangka kemudian merampas Yamaha Vixion milik Dicky.

“Kami sudah lama membuntuti dan mengincar tersangka Prasetyo. Tetapi dia memang cukup lincah,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono sebagaimana dikutip TribunNews.

Tim Resmob dipimpin AKP Kadek dan Aiptu Janadi memang sudah mengetahui rumah dan tempat nongkrong Prasetyo. Akan tetapi, tersangka menitipkan sejumlah sepeda motor hasil rampasan di teman-temannya secara terpisah.

Ketika sudah tahu lokasi penyimpanan motor rampasan, polisi menggerebek dan akhirnya menembak kaki Prasetyo karena berusaha kabur saat diminta menunjukkan barang bukti.

“Sepeda motor hasil rampasan dijual seharga Rp 3 juta per unit,” kata Djihartono.

Wakasat Reskrim, Kompol Sukiyono menambahkan, tersangka biasanya mengendarai Yamaha Mio warna merah. Setiap menjalankan aksinya, Iwan sebagai eksekutor yang membacok korban sedangkan ada satu temannya yang berperan memboncengkan Prasetyo.

“Sebelum dijual, sepeda motor rampasan dicat ulang dan ganti warna untuk menghilangkan jejak. Saat ini kami masih memburu temannya,” tambah Sukiyono.

Membuka kisah lama

Iwan Agus Prasetyo dan Mayang Prasetyo saat masih hidup. (Facebook)

Iwan Agus Prasetyo dan Mayang Prasetyo saat masih hidup. (Facebook)

Tertangkapnya Iwan tak pelak menarik perhatian para awak media lantaran mengaku tahu banyak hal tentang Mayang Prasetyo, mantan pacarnya. Seperti kita ketahui, Prasetyo merupakan nama di belakang itu adalah nama diambil dari Iwan Agus Prasetyo.

Prasetyo juga mengaku tahu kalau Mayang merupakan PSK (Pekerja Seks Komersial) yang menjalankan “bisnisnya” lewat internet. Satu di antaranya melalui sebuah situs prostitusi online jaringan internasional yang khusus memasarkan waria atau transgender.

Mayang juga memakai akun facebook Patricia Caramoi. Selama di Bali, Prasetyo dan Mayang tinggal seatap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Imam Bonjol, Legian Kaje, Kuta Bali. “Tetapi kami juga sering ke Singapura, tinggal di hotel daerah Bughis, atau ke Hongkong. Kami bepergian kalau Mayang dapat booking dari pelanggan di luar negeri. Sekali ke luar negeri kami bisa tiga minggu,” ujar Prasetyo sembari cengar-cengir menahan sakit kaki kanannya yang ditembak polisi.

Pria berbadan kekar dan dipenuhi tato itu mengaku tahu persis detail tarif Mayang sebagai PSK. Menurutnya, tarif selama 30 menit sebesar 300 dolar AS, 60 menit sebesar 500 dolar AS, dan sehari sebesar 1.500 dolar AS.

mayang prasetyo dan iwan. (TribunNews)

mayang prasetyo dan iwan. (TribunNews)

Namun, kisah cinta Prasetyo dan Mayang akhirnya terhenti pada 2011 lalu. Prasetyo menilai Mayang terlalu overprotectif dan bertemperamen tinggi. “Saya mau main sama teman saja harus seizin Mayang. Dia juga sering marah tanpa sebab. Selain itu, dia selingkuh dengan pelanggannya yang kemudian kini jadi suaminya,” ungkap pria kelahiran Semarang, 8 Oktober 1983 ini.

Selepas putus, Prasetyo tahu bila mantan kekasihnya hijrah ke Australia. Sedangkan Prasetyo memilih mudik ke kampung halamannya di Semarang lalu setahun kemudian dia menikah dengan perempuan asal Boyolali dan kini sudah memiliki satu anak.

“Saya tahu Mayang dimutilasi dari TV. Saya sempat sedih mendengar kabar itu,” kata Prasetyo yang matanya berkaca-kaca dan nyaris menangis saat ditanya kabar mantan kekasihnya itu.

Sumber: http://simomot.com/2014/11/29/inilah-mantan-pacar-mayang-prasetyo-dari-kasus-kriminal-hingga-tarif-booking-mayang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar