Sabtu, 29 November 2014

Kerusuhan Ferguson Bikin Kacau Perekonomian

Kerusuhan Ferguson Bikin Kacau Perekonomian

Kerusuhan Ferguson Bikin Kacau Perekonomian (Foto: AP)

Kerusuhan Ferguson Bikin Kacau Perekonomian

FERGUSON â€" Wilayah Ferguson di Missouri, Amerika, terus bergejolak. Kerusuhan yang dimulai sejak Selasa lalu, dipicu keputusan jaksa yang tdk mendakwa polisi kulit putih, Darren Wilson, yang menembak mati remaja kulit hitam tak bersenjata, Michael Brown pada 18 Agustus 2014.

Pengacara keluarga Brown, mengutuk keputusan jaksa yang membiarkan polisi penembak Brown tak terjerat hukum. Kasus itu telah memicu setimen rasial di AS. Hal ini tentu mengacaukan perdagangan, angkutan umum dan lalu lintas karena tuntutan demonstran di seluruh penjuru Amerika Serikat masih berlangsung.

Sejumlah toko di daerah Ferguson sengaja menutupi jendela dg kayu dan hanya meninggalkan pesan bahwa toko masih buka. Sebab demonstran menutup sementara tiga mal besar di pinggiran kota St Louis pada Black Friday, salah satu hari belanja tersibuk setiap tahun menjelang Natal. Mereka juga mengepung markas kepolisian Ferguson untk memprotes keputusan jaksa.

Beberapa toko mengoperasikan pintu keamanan atau mengunci pintu masuk lantaran ada setidaknya 200 demonstran duduk di jalanan sambil bernyanyi, "Berhenti belanja dan ayo bergabung dg pergerakan," seperti yang tertulis di mal Galleria di Richmond Heights beberapa mil selatan dari Ferguson, Missouri, di mana Petugas Darren Wilson menembak Brown, yang tdk bersenjata, pada bulan Agustus.

Aksi ini mendorong pemerintah untk menutup mal selama sekira satu jam pada Jumat sore, sementara protes serupa dilakukan 50 orang di Barat Mal County di dekat Des Peres. Dan beberapa orang demonstran menyebabkan Mal Chesterfield ditutup sementara.

Kemudian Jumat malam, sekelompok 100 pengunjuk rasa berbaris di selatan Jalan Florissant. Mereka beraksi di depan polisi dan pemadam kebakaran. Mereka juga memblokir lalu lintas dan berhenti di depan beberapa pusat bisnis.

"Saya melayani negara saya. Saya menghabiskan empat tahun di Angkatan Darat, dan saya tdk masalah mengabdi kepada negara saya," kata Ebonie Tyse (26) dari Garda Nasional St Louis. "Saya melayani negara saya untk keadilan bagi semua orang. Bukan karena apa, warna, usia berapa, apa jenis kelamin atau apa," katanya seperti dikutip ABC News.

Juru bicara Kepolisian St Louis County Shawn McGuire mengatakan 16 orang ditangkap dalam insiden tsb. 15 di antaranya dijerat hukuman lantaran mengganggu ketertiban umum. Satu orang, Joygill Moriah dari Bronx, New York, didakwa karena menyerang seorang polisi, menolak penangkapan dan mengganggu ketertiban.

“Dia tdk memiliki pengacara yang terdaftar. Hanya satu dari mereka yang ditangkap adalah dari wilayah St. Louis. Delapan berasal dari New York City,” ungkap McGuire.

(ful)

Sumber: http://international.okezone.com/read/2014/11/30/18/1072479/kerusuhan-ferguson-bikin-kacau-perekonomian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar