
Hingga saat ini penyebab kebakaran Pasar Klewer pada Sabtu hingga Minggu (27/12/2014) masih menjadi pertanyaan berbagai pihak. Penjelasan awal ke publik disebutkan karena korsleting listrik, namun dugaan itu ditepis kalangan pedagang.
Kebakaran yang melanda Pasar Klewer, Solo, memang disebut sebagai kebakaran pasar terbesar dalam sejarah Solo. Pihak berwajib belum bisa menguak penyebab pasti kebakaran pasar yang menjadi ikon kota asal Presiden Joko Widodo tersebut.
Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) menduga, penyebab kebakaran hebat yang meludeskan pasar pusat sandang itu bukan korsleting listrik.
Humas HPPK Kusbani menjelaskan, sejak empat tahun silam, instalasi listrik di Pasar Klewer sudah dikondisikan dengan sistem terbaru. Yakni, aliran listrik otomatis akan padam jika tidak ada aktivitas di Pasar Klewer. Karena itu, Kusbani ragu jika penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
âBukan dari instalasi listrik kalau menurut saya. Karena rel listrik bisa dikontrol menggunakan handle. Kalau masalah listrik, menurut saya tidak,â ujar Kusbani seperti dilansir JPNN.com.
Karena itu, HPPK akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya guna melakukan investigasi mendalam penyebab pasti kebakaran.
Kusbani juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap para petugas Satpam yang menjaga pasar saat malam kejadian. Sebab, saat mengetahui asap di dalam pasar, mereka tidak langsung membuka pintu gerbang.
Akibatnya, proses penyelamatan dan pemadaman api terlambat. âHarusnya kalau sudah tahu asap di dalam (pasar), ya harus segera dibuka. Semalam itu gak,â ungkap Kusbani.
Dia juga menyesalkan tidak adanya sumber air terdekat yang bisa dimanfaatkan dalam pemadaman. âHydrant juga tidak berfungsi. Sama sekali tidak berfungsi. Saya juga kecewa dengan itu,â tandas Kusbani.
Humas PLN Area Solo Suharmanto menuturkan, pihaknya telah menanyakan ke bagian teknis instalasi soal kondisi instalasi listrik di Pasar Klewer. âUntuk penjelasan lebih detailnya, pihak PLN akan memberikan penjelasan melalui rilis besok,â terangnya.
Shock dan meninggal
Kebakaran Pasar Klewer memang tidak menyebabkan jatuhnya korban manusia secara langsung. Namun belakangan diketahui ada korban meninggal yang diduga karena shock akibat peristiwa kebakaran itu.
Seorang pedagang pemiliki kios di Pasar Klewer, Marcelinus Sadimin Priyohartono (65), diketahui meninggal saat memindahkan barang dagangannya pada Sabtu (27/12/2014). Dia diduga mengalami serangan jantung.
Meski Sadimin sempat dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan nyawanya tak tertolong. Dia adalah pemilik tiga kios kain batik di Pasar Klewer.
âPak Sadimin sempat datang dan ikut menyelamatkan dagangan pada Sabtu malam, lalu mengeluh sakit dan jatuh pingsan,â kata Sugiyo Pranoto, kerabat Sadimin, di rumah duka, Perum Gentan Raya Blok L/1, RT 5/ RW 6, Baki, Sukoharjo, Minggu (28/12/2014).
Sementara itu, adik Sadimin, Sumarwan, mengatakan kakaknya memang punya riwayat sakit jantung dan pernah dirawat di rumah sakit di Solo selama dua pekan karena penyakitnya itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Klewer terbakar pada Sabtu malam. Ribuan pedagang dan pemilik kios kehilangan tempat berjualan dan penghidupan.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik. Sampai saat ini petugas keamanan dari TNI dan Polri masih berjaga di puing pasar, sementara petugas pemadam kebakaran telah memadamkan sebagian besar api yang melalap pasar dengan dagangan utama kain ini.
Sumber: http://simomot.com/2014/12/29/teka-teki-penyebab-kebakaran-pasar-klewer/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar