Seorang Siswa SD Dikeroyok 12 Temannya

YOGYAKARTA - Seorang siswa kelas V SD, di Kabupaten Bantul, DIY diduga dikeroyok teman sekelasnya karena tdk mau meminjamkan game yang dimilikinya.
Komisi D DPRD melakukan sidak di SD II Sanden, untk mengklarifikasi adanya dugaan pengeroyokan tsb.
Dari informasi yang dihimpun menyebutkan pengeroyokan terhadap SF tsb terjadi pada Selasa 9 Desember 2014, saat proses kegiatan belajar mengajar oleh 12 teman sekelasnya. Akibatnya sekucur tubuh korban mengalami lebam.
Saat Komisi D DPRD Bantul mendatangi SD II Sanden, Kepala Sekolah, Saryana mengakui adanya pengeroyokan itu. âKeesokannya (Rabu) wali murid Sf datang ke sekolah melaporkannya,â katanya kepada wartawan, Selasa (16/12/2014).
Dikatakannya, untk mengecek kebenaran laporan tsb pihaknya mendatangi kelas, dan guru kelas V. Terungkap ada insiden pengeroyokan. Lalu, Saryana berinisiatif mengundang seluruh siswa yang terlibat, dan memanggil wali murid, serta para guru untk mengurai persoalan ini.
Dasar pengroyokan sendiri karena teman-teman korban merasa dendam, tdk diperbolehkan main game di komputer SF sepulang sekolah. "Memang mereka selalu bermain bersama saat pulang sekolah," jelas Saryana.
Namun, Suryana menganggap hal itu sesuatu yang wajar. Sebab, mnurut dia luka di wajah korban sudah ada sebelum kejadian. Selain itu, di antara para wali murid sudah ada kesepakatan jika persoalan ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Tetapi orangtua korban berbalik arah akan membawa kasus ini ke jalur hukum dalam pertemuan Sabtu lalu," ujarnya.
Ketua Komisi D DPRD Bantul, Enggar Suryo Jatmiko menyayangkan sikap kepala sekolah yang tdk segera menyelesaikan kasus ini. Seharusnya sekolah tdk menunggu sampai ada laporan dari orangtua.
"Apalagi pengeroyokan ini terjadi saat proses kegiatan belajar mengajar dan di ruang kelas juga ada gurunya," kata Enggar.
Dijelasaknnya, dari visum ada 30 bekas pukulan di bagian wajah dan tubuh Sf. "Sekolah terkesan menyepelekan,"imbuhnya.
Terpisah, Kabid SD Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Bantul Slamet Pamuji mengatakan, pihaknya akan memberikan evaluasi kepada kepala sekolah SD II Sanden, karena dianggap lalai dalam pengawasan anak didiknya.
"Jika terjadi di kelas ini merupakan kelengahan guru," tutur Slamet.
Selain itu, Slamet meminta para guru SD II Sanden harus lebih mengawasi anak didiknya, karena hal itu merupakan bagian dari upaya mendidik siswa. "Kami meminta maaf kepada masyarakat dan ke depan semoga tdk terjadi lagi," ujarnya.(fid)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/17/340/1080280/seorang-siswa-sd-dikeroyok-12-temannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar