Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Pajak Tax Center Universitas Indonesia, Darussalam, mengatakan bahwa seleksi terbuka untk jabatan Direktur Jenderal Pajak merupakan langkah positif untk menghindari intervensi politik.
"Panitia seleksi harus benar-benar bersikap profesional dalam memilih Dirjen Pajak, dan harus melihat rekam jejak calon dirjen pajak dg lebih teliti," kata Darussalam di Jakarta, Jumat.
Dengan seleksi terbuka, mnurut Darussalam, pemilihan Dirjen Pajak menjadi lebih transparan. Apalagi, panitia seleksi merupakan tokoh-tokoh yang integritasnya tdk diragukan lagi.
Menurut Darussalam, ada empat syarat yang harus dimiliki Dirjen Pajak baru, yakni pertama, Dirjen Pajak harus mempunyai pemahaman yang baik mengenai aturan teknis perpajakan; kedua, Dirjen Pajak harus mempunyai pemahaman tentang proses bisnis.
Ketiga, Dirjen Pajak yang terpilih harus memiliki jaringan yang luas; keempat, Dirjen Pajak harus membangun kemitraan dg otoritas pajak di negara lain.
Sementara peneliti Forum Pajak Berkeadilan Wiko Saputra mengatakan bahwa langkah Kementerian Keuangan yang melakukan proses seleksi terbuka untk jabatan Dirjen Pajak merupakan langkah positif.
Wiko menilai proses seleksi terbuka ini merupakan suatu terobosan atau inovasi yang perlu didukung.
Ia menjelaskan ada tiga kriteria yang harus dimiliki Dirjen Pajak baru, yaitu pertama, Dirjen Pajak harus memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidang perpajakan, latar belakang pendidikan harus memadai dan mempunyai leadership yang kuat.
Kedua, Dirjen Pajak harus memiliki integritas, hal tsb dapat dilihat dari kejujuran dan keterbukaan para kandidat dalam melaporkan harta kekayaan dan SPT secara rutin.
Ketiga, lanjut Dirjen Pajak harus memiliki prestasi baik prestasi di bidang perpajakan maupun prestasi di bidang tata pemerintahan.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2014
Sumber: http://www.antaranews.com/berita/468987/seleksi-terbuka-calin-dirjen-pajak-langkah-positif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar