Salbiati Protes Tak Bisa Ikut Acara Peringatan Tsunami

BANDA ACEH â" Ribuan masyarakat Aceh memperingati 10 tahun bencana tsunami dg menggelar upacara dan doa bersama. Upacara tsb digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Kamis (26/12/2014).
Pantauan di lokasi, acara peringatan tsb dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan dihadiri sejumlah pejabat negara di antaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Sofyan Djalil, dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah.
Tampak tiga tenda besar yang menampung 5000 undangan yang berasal dari masyarakat Aceh korban tsunami. Hadir juga perwakilan 35 negara sahabat dan perwakilan 35 lembaga donor internasional non pemerintah.
Namun, tak semua korban Aceh dapat menghadiri peringatan tsb. Seperti yang dirasakan Salbiati (45). Wanita yang kehilangan seluruh anggota keluarganya saat bencana tsunami mengaku tak diizinkan masuk ke area upacara karena tdk memiliki undangan resmi. Padahal ia sengaja datang dari Jakarta ke Aceh hanya untk menghadiri acara tsb.
âWaktu Tsunami saya di Ulee Laeu, Banda Aceh. Semua habis, semua keluarga hilang, hanya saya dan adik saya yang tinggal di Jakarta. Sekarang saya tinggal di Jakarta. Saya sedih, sengaja datang ke sini. Tapi tdk boleh masuk,â ungkapnya.
Alan, wanita keturunan Tionghoa yang menetap di Aceh juga mempertanyakan undangan yang hadir dalam acara tsb. Sebagai salah satu korban tsunami, Alan merasa panitia tdk adil karena pembatasan tamu undangan.
âSebenarnya acara ini untk korban tsunami atau apa? Kenapa harus dibatasi, korban tsunami justru tdk boleh masuk,â ungkapnya kesal.(sna)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/26/340/1084026/salbiati-protes-tak-bisa-ikut-acara-peringatan-tsunami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar