Minggu, 14 Desember 2014

RSUD Karawang Simpan Sembilan Mayat Tanpa Identitas

RSUD Karawang Simpan Sembilan Mayat Tanpa Identitas

RSUD Karawang Simpan Sembilan Mayat Tanpa Identitas (Foto: Okezone)

 RSUD Karawang Simpan Sembilan Mayat Tanpa Identitas

KARAWANG - Kamar mayat RSUD Karawang menyimpan sebanyak sembilan mayat tanpa identitas yang ditemukan warga.

Bahkan, beberapa diataranya ada yang dua bulan belum diambil keluarganya. Mayat-mayat itu hingga kini masih tersimpan di lemari pendingin rumah sakit plat merah tsb.

Kepolisian Resort (Polres) Karawang mengimbau kepada masyarakat, terutama mereka yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar menghubungi lembaganya atau datang ke RSUD Karawang.

Jika kondisi mayat susah dikenali pihak keluarga bisa mencocokan DNA korban yang sebelumnya telah dilakukan autopsi. Selain itu bisa menghubungi kepolisian untk membantu.

"Kami, mempersilahkan masyarakat datang ke Unit Identifikasi Polres Karawang atau langsung melihat mayat tsb ke kamar mayat RSDU Karawang. Nanti kammi bantu untk mencocokan DNA jika susah dikenali,"ungkap Kanit Identifikasi Kriminal Polres Karawang, Aiptu Sutarya, Minggu (14/12/2014).

Berdasarkan data yang ada di RSUD Karawang dan kepolisian, dari sembilan mayat yang ada, dua diantara mayat bayi yang diduga hasil aborsi. Sisanya lima mayat lelaki lanjut usia, satu mayat remaja, serta satu mayat perempuan.

Dua mayat bayi yang diduga hasil aborsi ini berjenis kelamin perempuan. Mayat bayi pertama ditemukan 12 November 2014 lalu di Desa Puseurjaya, Kecamatan Telagasari. Sementara satunya lagi mayat bayi tanpa kepala ditemukan di tepi Sungai Citarum, di Kecamatan Batujaya, pada awal Desember 2014.

Sementara itu lima mayat lainnya, empat mayat diantaranya meninggal diduga ditabrak kereta api. Salah satunya lelaki berumur sekitar 40 tahun, tinggi badan sekitar 160 cm, korban tewas pada 11 November 2014 lalu, setelah tertabrak kereta api di Kampung Bubulak Paracis, Desa Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, sekira pukul 15.30 WIB. Saat ditemukan korban mengenakan pakaian batik dan bercelana jeans.

Berikutnya, mayat berumur sekitar 20 tahun, yang ditemukan tewas tertabrak KA di dekat Perumahan BMI, Desa Dawuan Timur Kecamatan Cikampek, pada 17 November 2014. Selanjutnya mayat seorang lelaki lanjut usia, diperkirakan berumur 60 tahun. Mayatnya waktu ditemukan di bawah pohon dg posisi telungkup, pada 22 November 2014, di Kecamatan Batujaya.

Mayat lelaki lanjut usia lainnya yang tak dikenal identitasnya berusia sekitar 60 tahun. Mayatnya ditemukan terbaring di depan halaman Kantor Nahdatul Ulama di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Nagasari, Karawang, setelah tertabrak kereta api pada 24 November 2014.

Mayat tak dikenal lainnya, seorang wanita diperkirakan berusia 45 tahun, ditemukan dalam posisi telungkup di bawah pohon beringin di halaman Stasiun KA Karawang, pada awal Desember 2014.

Sementara mayat tanpa identitas yang terakhir dan masih berada di lemari pendingin RSUD Karawang disebut-sebut merupakan korban kecelakaan lalu lintas di Kota Karawang. Korban berjenis kelamin laki-laki.

(crl)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/14/340/1079091/rsud-karawang-simpan-sembilan-mayat-tanpa-identitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar