Perampok Hendak Menjual Taksi Putih Curian

JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto mengaku belum mengindikasi adanya motif persaingan bisnis di belakang kasus perampokan yang terjadi di dalam taksi putih.
Menurut Heru untk sementara motif para tersangka melakukan aksi kejahatan ini murni didasari pemenuhan kebutuhan ekonomi. Hal ini berdasarkan keterangan tersangka Sutrisno alias ST yang merencanakan niat jahat ini semata-mata untk memenuhi kebutuhan anak dan isterinya.
"Belum ditemukan motif lain, motif saat ini karena kebutuhan ekonomi," jelas Heru saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Heru menjelaskan, aksi kejahatan ini dimulai saat Sutrisno yang menjadi otak pelaku kejahatan mencuri taksi berlogo Express di Gang Dogol, Karet, Kuningan, Jumat 21 November lalu. Sutrisno diduga merupakan sopir taksi Blue Bird. Hal itu lantaran dalam penangkapan polisi menemukan kartu identitas dan seragam milik perusahaan taksi Blue Bird.
"Awalnya ST hendak menjual mobil itu, tapi karena tak laku, ia merencanakan hal lain," ujar Heru.
Setelah batal untk dijual, Selasa 25 November ST bersama Edward Syah Jaya alias ES melakukan uji coba perampokan. ES bersembunyi di bagasi, sementara ST menyetir mobil. Tak sampai 15 menit, ES menggedor kap bagasi karena tak sanggup berada di bagasi yang pengap.
"Keduanya lalu berinisiatif melubangi bagasi hingga tembus ke jok belakang bagian kanan," papar Heru.
Keempat pelaku, lanjut Heru tercatat empat kali melakukan pencurian dg kekerasan dalam taksi. Tiga kejadian berlokasi di Sudirman Central Business Distric (SCBD) dan satu lainnya di Mega Kuningan.
Dari empat perampokan tsb, gerombolan ini berhasil mencuri uang senilai Rp20 juta, dua Blackberry, tiga Iphone, satu laptop Macbook, dan kalung emas.
"Sebagian uang telah mereka gunakan untk membeli sejumlah barang," ujarnya.
Polisi pun turut mengamankan satu senjata api mainan yang menyerupai revolver, satu gerinda, dan sepaket kunci inggris.
Kepolisian pun masih mengejar satu pelaku terakhir yang berinisial J. Menurut Heru, J bertugas menguras uang korban melalui ATM. J juga sempat memiliki tugas bersembunyi di bagasi menggantikan peran ES.
"Tindak lanjutnya, kammi akan terus mencari tersangka J, yang hingga saat ini belum tertangkap," pungkas Heru.(sna)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/08/338/1076437/perampok-hendak-menjual-taksi-putih-curian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar