Jumat, 26 Desember 2014

Pemulangan jenazah Sitor Situmorang dibiayai pemerintah

Pemulangan jenazah Sitor Situmorang dibiayai pemerintah

Pemulangan jenazah Sitor Situmorang dibiayai pemerintah

Penyair angkatan 45, Sitor Situmorang, wafat pada Minggu (21/12/2014) di Belanda. Pemerintah turun tangan untuk membiayai pemulangan jenazah Sitor ke Indonesia.

Sitor Situmorang. (DOK/TEMPO/ Hendra Suhara)

Sitor Situmorang. (DOK/TEMPO/ Hendra Suhara)

Menurut Logo Situmorang, anak Sitor, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda telah melunasi biaya pemulangan yang mencapai 5.000 euro atau sekitar Rp 76 juta. “Kami bersyukur sekali atas bantuan ini,” kata Logo sebagaimana dikutip Tempo, Kamis malam (25/12/2014). “Berarti, ada penghargaan dari pemerintah terhadap bapak.”

Logo mengatakan Sitor akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 1 Januari 2015. “Makam bapak akan berada di antara kakek, nenek, dan keluarga kami.”

Sitor salah satu tokoh yang berpengaruh terhadap dunia sastra di Indonesia. Sejarawan JJ Rizal mengatakan Sitor adalah satu-satunya sastrawan angkatan 45 yang saat berumur 85 tahun masih produktif menulis. “Selain produktif, kualitas sajaknya pun patut diacungi jempol,” kata Rizal.

Penyair kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu dipenjara sebagai tahanan politik pada 1957-1974 oleh pemerintah Orde Baru. Karya-karyanya dibekukan dan tidak diterbitkan.

Sitor Situmorang sejatinya mendapatkan anugerah sastra pada Penghargaan Ahmad Bakrie 2010. Namun penyair ini menolak menerima hadiah dengan alasan serupa yang dikemukakan Franz Magnis Suseno soal Lumpur Lapindo.

Sumber: http://simomot.com/2014/12/26/pemulangan-jenazah-sitor-situmorang-dibiayai-pemerintah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar