Senin, 08 Desember 2014

Paniai mencekam, ada 5 warga yang tewas ditembak

Paniai mencekam, ada 5 warga yang tewas ditembak

Paniai mencekam, ada 5 warga yang tewas ditembak

Bentrokan masyarakat dengan sekelompok orang tak dikenal pecah di Kabupaten Paniai, Papua, Minggu (07/12/2014) sekitar pukul 20.00 WIT. Kabar yang dihimpun menyebutkan, insiden ini terjadi karena masalah sepele, saat seorang pengendara tak dikenal ditegur oleh warga setempat.

“Kasus bermula tadi malam sekitar pukul 20.00 WIT. Saat seseorang yang belum dikenal berkendara tanpa lampu, dan melintas di Pondok Natal di Bukit Merah. Orang yang melintas ditegur oleh masyarakat karena tidak pakai lampu, tetapi yang ditegur marah dan menyampaikan untuk tunggu saya panggil kawan-kawan saya,” kata Kabid Humas Polda Papua, Sulistyo Pudjo yang dikutip Merdeka melalui pesan singkatnya, Senin (08/12/2014).

Setelah itu, lanjut Pujo sekelompok orang yang dikenal datang ke tempat teguran warga. Kelompok itu datang dan menembakkan kepada warga sekitar.

“Tak lama berselang mereka datang berdelapan ke lokasi dan berkelahi dengan masyarakat di Pondok Natal. Di lokasi tersebut sempat terjadi penembakan 3 kali oleh kelompok yang baru datang,” tandasnya.

Warga minta pertanggung jawaban

Suasana di Enarotali mencekam akibat setelah insiden bentrok berujung penembakan ini. Kabar yang beredar di sejumlah sosial media menyebutkan, penembakan terhadap lima warga itu diduga dilakukan aparat gabungan TNI-Polri.

Ratusan warga berkumpul dengan membawa lima jenazah korban penembakan tersebut. Titik kumpul warga hanya sekitar 100 meter dari kantor polsek dan Koramil Enarotali.

Ketua Adat Paniai, John NR Gobai mengatakan, ratusan warga hingga kini masih bertahan di Lapangan Karel Gobai untuk meminta pertanggungjawaban aparat keamanan atas tewasnya rekan mereka.

“Massa masih berada di lapangan bersama lima jenazah yang tewas. Mereka ingin meminta pertanggungjawaban aparat, kenapa mereka menembaki warga sipil tak berdosa,” ucap Gobai seperti dikutip VivaNews.

Ia meminta, Kapolda dan Pangdam Cendrawasih bertanggung jawab dan segera memeriksa anggotanya yang terlibat dalam penembakan itu. Ia juga berharap, kasus tersebut segera tuntas dan pelaku dapat diproses secara hukum dan terbuka. Sebagai bentuk “ganti rugi”, warga menuntut aparat membayar “denda kepala” sebesar Rp100 miliar.

Sementara itu Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pudjo Sulistyo Hartono mengatakan, pihaknya hingga kini masih mencoba melakukan langkah-langkah persuasif. Ia tak memungkiri jika saat ini situasi di Enarotali masih mencekam.

Ia menengarai, kasus penembakan itu dilakukan kelompok separatis. Menurut dia, ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana menjelang Natal.

“Situasi masih mencekam, warga masih di lapangan Karel Gobai. Kita masih coba langkah persuasif dengan melibatkan tokoh-tokoh di sana untuk memediasi,” ucapnya.

Pudjo meminta, warga Paniai, khususnya Enarotali tidak mudah terprovokasi dengan hasutan seseorang atau kelompok, yang mencoba menciptakan situasi tak aman di Paniai.

“Kami menduga ada provokator yang mencoba menciptakan terjadinya pelanggaran HAM di sana, untuk itu massa jangan terprovokasi. Sedangkan untuk aparat TNI maupun Polri agar tetap tenang dan bertindak profesional.”

Adapun sebagaimana kabar yang beredar, kelima koran itu adalah Habakuk Degei, Neles Gobay, Bertus Gobay, Apinus Gobay, dan Saday Yeimo.

Kantor polisi dan TNI diserang warga

Aksi anarkis kembali terjadi setelah insiden bentrok berujung penembakan warga. Sekelompok massa menyerang kantor polisi dan TNI di Kabupaten Paniai, Papua. Akibat penyerangan itu, enam aparat terluka akibat lemparan batu dan panah.

“Anggota Polsek dan Koramil bertahan di mako masing-masing. Terjadi hujan batu dan panah,” ujar Sulistyo Pudjo dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (08/12/2014).

Tak hanya menyebabkan korban luka, serangan tersebut juga menimbulkan kerusakan di dua kantor tersebut. Sedikitnya tiga mobil milik warga dan satu kendaraan TNI rusak parah.

“Tiga anggota polsek luka, dan tiga anggota Koramil luka, 3 mobil masyarakat, dan satu mobil TNI rusak berat di Koramil. Kaca-kaca di Polsek dan Koramil hancur.

Sumber: http://simomot.com/2014/12/08/paniai-mencekam-ada-5-warga-yang-tewas-ditembak/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar