Kamis, 04 Desember 2014

Munas Golkar Tandingan Dinilai Buang-Buang Duit

Munas Golkar Tandingan Dinilai Buang-Buang Duit

Munas Golkar Tandingan Dinilai Buang-Buang Duit

Munas Golkar Tandingan Dinilai Buang-Buang Duit

JAKARTA - Pengamat politik Said Salahudin mengatakan konflik internal yang terjadi pada Partai Golkar berbeda dg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga sempat terjadi dualisme kepemimpinan.

"Terpilihnya Aburizal Bakrie (sebagai Ketum) di Munas Bali itu sudah mewakili seluruh elemen dalam Partai Golkar, terutama para pemilik suara. Apalagi, dalam Munas itu pula mendapat dukungan penuh dari dewan pertimbangan yang dipimpin Akbar Tandjung," ujar Said kepada Okezone, Kamis (4/12/2014) malam.

Sebagaimana diketahui, Munas Golkar yang digelar di Bali telah menetapkan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum.

Munas Golkar di Bali

Oleh karena itu, ia menilai hasil yang diperoleh dari Munas di Bali sulit ditandingi oleh Munas tandingan yang akan digelar pada Januari 2015 di Jakarta yang dihelat Presidium Penyelamat Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono.

"Kelompok presidium akan gigit jari karena tdk akan sanggup untk mengalahkan hasil Munas Bali. Dukungan pada mereka (presidium) itu kan lebih kecil. Munas Jakarta akan sia-sia dan buang-buang duit saja," terangnya.

Dikatakan Said, bila terjadi perselisihan partai maka diselesaikan secara internal. Dan penyelenggaran Munas di Bali, sambungnya, sudah diselesaikan oleh mahkamah kehormatan partai dan dianggap sebagai Munas yang sah.

"Oleh karena diselesaikan di internal, tdk bisa diajukan ke pengadilan. kalau di internal tdk mencapai penyelesaian atau muncul ketidakpuasan baru muncul ke pengadilan. Tidak bisa pula menggelar munas tandingan dan meminta bantuan kekuasaan atau pemerintah untk mengesahkan kepengurusan Munas tandingan," kata Said. (ang)

(sus)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/05/337/1074921/munas-golkar-tandingan-dinilai-buang-buang-duit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar