
Salah satu alat petugas SAR tersangkut sebuah besi di dalam tanah sedalam satu meter. Ternyata besi tersebut adalah sebuah bangkai mobil yang tertanam di reruntuhan tanah. Begitulah proses evakuasi terhadap korban bencana longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Pagi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara tampak begitu sepi. Sebuah dusun yang semula di huni 300 warga dari 54 keluarga itu kini mendadak sunyi. Sebab, musibah dahsyat tanah longsor telah melululantahkan sebagian besar rumah penduduk seisinya pada Jumat, 12 Desember 2014. (Lihat :Â Video detik-detik longsor Banjarnegara)
Tepat pukul 07.00, Minggu 14 Desember, lalu lalang kerumunan orang datang. Mereka mengenakan pakaian warna orange bertuliskan âSARâ (Search And Rescue) dan membawa sejumlah alat galian, seperti cangkul, sekop dan parang. Tak hanya itu, sejumlah aparat TNI/ Polri dan relawan turut pula bergabung. Mereka hendak melakukan pencarian para korban tanah longsor di hari kedua. (Baca juga:Â Longsor Banjarnegara, ibu hamil 9 bulan selamat usai tertimbun lumpur 1 meter)
Matahari mulai manampakkan diri. Suasana pun mendadak ramai saat sejumlah kendaraan berat berbondong datang menuju gundukan tanah ratusan hektar, diapit dua bukit tinggi di sebelah utara dan selatan. Bukit itulah yang diketahui merendam ratusan nyawa penduduk desa.
Tiga puluh menit pencarian, galian demi galian petugas SAR mulai membuahkan hasil. Salah satu alat petugas tersangkut sebuah besi di dalam tanah sedalam satu meter. Rupanya, mereka menemukan sebuah bangkai mobil yang tertanam di reruntuhan tanah.
Suasana mendadak tegang tatkala mobil pickap warna putih itu berisi dua sosok mayat yang terjepit di jok depan. Keduanya diketahui adalah pasangan suami isteri. Petugas lain seketika berkumpul untuk mengeluarkan jasad korban yang terjepit.
Namun, evakuasi jenazah sejoli yang meninggal bersama itu tidaklah mudah. Tim rescue Basarnas dan Tim SAR gabungan itu kesulitan mengeluarkan jasad dua pasangan sejoli itu.
âJasad sangat sulit dikeluarkan, Basarnas Special Grub (BSG) harus memotong kabin bagian atas dengan menggunakan peralatan ekstrikasi, â jelas Agus Haryono, Kepala Kantor SAR Semarang.
Sulitnya pengambilan korban hingga memakan waktu sampai tiga jam. Namun hal itu tak membuat semangat para awak tim SAR patah arang. Kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 09.00. Pasangan suami isteri itu akhirnya dibawa mobil ambulance untuk di bawa ke posko pemulasaran jenazah.
Penemuan pasutri korban longsor justru memicu semangat para tim SAR melakukan evakuasi. Di tengah panasnya matahari, namun mental dan keberanian petugas berjibaku dengan alam begitu teruji.
Alhasil, di lokasi lain tim SAR gabungan berhasil menemukan 3 orang. Salah satu korban masih memegang stang sepeda motor dan tercepit di bawah mobil pickup warna biru.
Korban laki laki yang diketahui seorang satpam itu berhasil dievakuasi setelah mengangkat mobil yang menjepitnya serta dengan menyemprotkan air ke tanah yang menimbunnya.
âDi sekitar mobil itu, kami juga temukan dua korban laki-laki. Proses evakuasi kedua korban tidak sulit, karena cukup dengan menyemprotkan air kedalam timbunan tanah di sekitar mobil,â papar dia.
Sebuah mobil ikut menjadi bagian dari amukan longsor yang menimpa Dusun Jemblung, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (13/12/2014). (VivaNews)
Hari telah beranjak sore. Namun, pencarian petugas terus dilakukan. Hasilnya sekitar pukul 15.15 tim SAR kembali menemukan korban berjenis kelamin perempuan. Korban ditemukan terjepit mobil pickup warna merah.
âHingga Minggu sore kami temukan 39 orang. 18 korban tewas ditemukan hari sebelumnya. Dan 21 korban ditemukan hari ini, â imbuh Agus.
Dijelaskan Agus, pencarian hari kedua oleh banyak orang membuat semangat para awak SAR semakin bertambah. Terhitung jumlah relawan yang tergabung dalam tim SAR gabungan hingga mendekati angka 1000 orang.
Menurut VivaNews, dalam operasi SAR tanah longsor itu Basarnas melibatkan 4 Kantor SAR yakni, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta,Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Bandung dan Basarnas Special Grub (BSG).
Karangkobar mulai krisis BBM
Akibat jalan provinsi yang berada di sekitar lokasi kejadian longsor di sejumlah desa di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara terputus, menyebabkan truk tanki BBM milik Pertamina tidak dapat menyuplai pasokan BBM di desa setempat.
Adapun putusnya jalur itu sejak Jumat (12/12/2014) lalu, membuat warga di Kecamatan Karangkobar hingga kini kesulitan mendapatkan BBM, khususnya jenis Premium.
Terlebih, pasokan BBM jenis premium lah yang sangat dibutuhkan warga dan puluhan kendaraan operasional untuk mengangkut logistik, jenazah ataupun alat transportasi sehari-hari warga setempat.
Kondisi diperparah akibat warga di setempat selama ini menggantungkan pemenuhan BBM di satu-satunya SPBU yang berada di Kecamatan Karangkobar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir sedikitnya 379 orang mengungsi akibat longsor yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Longsor terjadi pada Kamis (11/12) dan Jumat (12/12)/TimSAR
Akibat kelangkaan BBM, warga setempat jika ingin mendapatkan pasokan BBM jenis premium harus menembus sebesar Rp 15 ribu per liter.
Selain itu, stok di penjual pengecer bensin juga sulit dicari. Para pengecer juga kesulitan untuk mendapatkan pasokan premium.
âYa kalau mau jualan bensin, SPBU terdekat dari sini adalah di Kota Banjarnegara. Tapi, jaraknya mencapai 20 KM. Akibat jarak yang jauh ini untuk membeli premium, makanya saya jual eceran Rp 15 ribu per liter. Tapi saat ini, stok bensin eceran sudah habis,âujar seorang Penjual Bensin eceran di Kecamatan Karangkobar, Murni, Senin (15/12/2014).
Sementara itu, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengakui distribusi BBM SPBU di Karangkobar tenrhenti, akibat disejumlah titik jalan menuju lokasi SPBU di sekitar kawasan bencana, Kecamatan Karangkobar mengalami retak dan ambles.
âMemang akses jalan dari dari Cilacap ke sini disejumlah ruas mengalami retak dan amblas. Sehingga, pasokan BBM dari Pertamina di Cilacap tidak dapat masuk ke wilayah Karangkobar,â ujar Sutedjo seperti dikutip TribunNews.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Tim Gabungan untuk mengangkut BBM jenis premium dan Solar dari Kota Banjarnegara dengan menggunakan jiriken.
âSetiap hari, ada Tim Gabungan yang membawa pasokan BBM jenis bensin dan solar ke lokasi longsor dengan menggunakan jiriken,âjelasnya.
Namun demikian, pihaknya akan terus mengupayakan agar BBM bisa sampai ke lokasi.
âKami sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Bahkan tim dari Pertamina sudah turun untuk mensurvei kondisi jalan. Hasil survei kondisi jalan yang retak dan ambles tidak memungkinkan untuk dilalui truk tangki kapasitas 5 ton sekalipun,â papar dia.
Sutedjo mngaku belum mengetahui secara pasti, kapan pasokan BBM yang tersendat sampai saat ini akan kembali lancar.
âSaat ini kami sedang berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan bagaimana mekanisme perbaikan jalan yang rusak ataupun ambles. Ya secepatnya kita akan perbaiki jalan yang rusak itu,â ungkapnya.
Sumber: http://simomot.com/2014/12/15/longsor-banjarnegara-begini-proses-evakuasi-jasad-suami-istri-yang-terjepit-di-mobil/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar