Kesal Listrik Diputus PLN, Ahok Ancam Lapor Presiden (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lantaran menunggak pembayaran selama dua bulan, PT PLN (Persero) memutus pasokan listrik ke sejumlah kantor pemerintah di wilayah DKI Jakarta.
Pemutusan sepihak ini membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) naik pitam. Ia menyebut pemerintah bukan menolak membayar rekening listrik, tapi karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 belum diputuskan DPRD DKI.
"PLN itu seperti punya kuasa sendiri. Bagaimana lawan sama pihak yang berkuasa kalau dia mau hitung-hitungan gitu, susah. Terus bagaimana lagi ya kitaa lapor Presiden," ucap Ahok dg nada tinggi, di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2014).

Adapun instansi pemerintah yang pasokan listriknya diputus yakni kantor dinas pekerjaan umum, kantor dinas pariwisata, rumah pompa air, hingga sejumlah puskesmas.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menganggap selama ini PLN terlalu semena-mena kepada instansi lain, termasuk pemerintah. Ahok mengatakan, jika PLN masih menunjukkan sikap sepihak seperti itu, pihaknya tdk segan-segan akan melarang tiang-tiang listrik PLN tegak berdiri lagi di jalur hijau milik Pemprov DKI.
"PLN itu susah dikasih pendekatan, kitaa sudah kirim surat pengajuan keringanan, minta masa tenggang waktu tapi tdk ditanggapi malah diputus sepihak. Ada puskesmas lho, ada rumah pompa air lho, tdk dipikir dia (PLN)," tegas bapak tiga anak ini.
Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/12/23/338/1082937/kesal-listrik-diputus-pln-ahok-ancam-lapor-presiden
Tidak ada komentar:
Posting Komentar