
Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tenggelamnya kapal Oryong di perairan Rusia bertambah 3 orang. Kabar terbaru menyebutkan, jumlah total korban meninggal hingga kini menjadi 14 orang.
Demikian diungkapkan Head of Departement Sosial Culture KBRI Seoul, Adriansyah.
Seperti diberitakan Kapal ikan milik perusahaan Korea Selatan, Sajo Industries, tenggelam di Selat Bering, Rusia, Selasa (02/12/2014) siang. Kapal Oryong 501 tersebut tenggelam saat sedang mencari ikan di Laut Bering, Rusia. (Baca: Kapal Korsel tenggelam di Rusia)
âSampai hari Jumat, 5 Desember 2014, kru yang ditemukan berjumlah 34 orang dengan 7 selamat dan 27 orang ditemukan telah meninggal. Dari 7 kru yang selamat terdapat 3 WNI, 3 Filipina dan 1 wargaRusia,â kata Adriansyah sebagaimana rilis yang dikutip DetikNews, Jumat (05/12/2014).
âSedangkan dari 27 kru yang meninggal dunia, 14 diantaranya WNI. Sedangkan yang lain terdapat 6 warga Korea, 6 warga Filipina dan 1 belum teridentifikasi,â lanjutnya.
Gania Nurhamidah (21) menunjukkan Sea Man Book atau buku pelaut milik kakaknya Dede Roni Rusriana, yang menjadi korban kapal tangkap asal Korea Selatan, Oryong 501, di Laut Bering, Rusia. Foto diambil Kamis (04/12/2014). (TribunNews)
Menurut Adri, rencananya seluruh kru yang ditemukan akan dibawa ke Busan, Korea, pada 7 Desember mendatang. Diharapkan tiba di Busan tanggal 20 Desember 2014.
âUntuk kru yang telah meninggal akan dilakukan proses identifikasi lebih lanjut (post mortem). Dan selanjutnya secepatnya akan langsung dikirim ke Indonesia,â ujar Adri.
Adri menambahkan, hingga kini pihak KBRI Korea Selatan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendorong percepatan proses pencarian. Terkait hal tersebut, hari ini juga KBRI Seoul mengirimkan pejabat seniornya untuk bertemu dengan chairman dari Sajo Industry.
âBertemu dengan chairman dari Sajo Industry untuk meminta agar perusahaan tersebut lebih intensif lagi melakukan pencarian terhadap korban,â tutur Adri.
Selain itu, Dubes RI juga bertemu dengan Direktur Jenderal Asia Selatan dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (ROK). Pada pertemuan tersebut Dubes RI menekankan pentingnya pemerintah Korea Selatan untuk lebih intensif lagi melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan.
âMengingat sampai saat ini masih cukup banyakkorban yang belumditemukan,â imbuhnya.
Sumber: http://simomot.com/2014/12/05/jumlah-wni-korban-tenggelamnya-kapal-oryong-bertambah-jadi-14-orang/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar