Jumat, 12 Desember 2014

Ibu Guru Een Sukaesih meninggal dunia, selamat jalan pejuang pendidikan

Ibu Guru Een Sukaesih meninggal dunia, selamat jalan pejuang pendidikan

Ibu Guru Een Sukaesih meninggal dunia, selamat jalan pejuang pendidikan

Dunia pendidikan Indonesia berduka. Seorang pejuang pendidikan, Ibu guru Een Sukaesih (51) asal Sumedang, Jawa Barat meninggal dunia.

Een Sukaesih

Een Sukaesih saat dirawat di ICU RSUD Sumedang. (TribunNews)

Isak tangis menyelimuti ruang depan dan tunggu ICU RSUD Sumedang, Jumat (12/12/2014) pukul 15.20 WIB. Para pelayat yang datang silih berganti saling berpelukan dan meneteskan air mata setelah tim medis ICU RSUD Sumedang menyatakan Een Sukaesih (51), guru pejuang itu menghembuskan napas terakhir Jumat (12/12) pukul 15.20.

Een asal Batukarut, Desa Cibeureumwetan, Kecamatan Cimalaka ini mengalami sesak napas dan tak masuk makanan sehingga dijemput ambulan RSUD Sumedang, Selasa (09/12/2014) pagi. Karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, Een masuk ICU RSUD dalam keadaa koma, Rabu (10/12/2014).

Setelah empat hari menjalani perawatan intensif, Een yang menderita penyakit langka, remathoid artitis atau radang sendi ganas sejak 1981 itu menghembuskan napas terakhir.

“Bu Een meninggal pukul 15.20,” kata Humas RSUD Sumedang, Iman Budiman sebagaimana dilansir TribunNews, Jumat (12/12/2014).

Para pelayat yang kebanyakan anak didik Een serta beberapa pejabat berdatangan ke ruang ICU.

Een kemudian dibawa ambulan menuju rumahnya di Batukarut, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka.

Saat keluar dari ICU ratusan pasang mata melihat nanar ke jasad Een yang naik brangkar menuju mobil jenazah yang menunggu di sebelah barat RSUD.
Menurut keluarganya, Een akan dikebumikan di pemakam umum Cibeureum pada Sabtu (13/12/2014).

Een sempat beberapa kali sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
Namun kalau sakit, een selau menolak untuk dirawat dengan alasan siapa yang akan membantu mengajar anak-anak yang datang ke rumahnya untuk belajar.

“Namun Wa Een selalu menolak dibawa ke rumah sakit. Kalau ada anak-anak sekolah yang datang untuk belajar atau mengerjakan PR selalu dilayani dan ia menyebutkan sembuh kalau berkumpul dengan anak-anak,” kata Tati.
Bahkan ketika akan dibawa ke rumah sakit, een masih memikirkan anak didiknya yang sedang mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS).

“Waktu mau dibawa ke rumah sakit sempat menolak dengan menyebutkan bagimana dengan anak-anak yang sedang UAS dan butuh belajar,” kata Tati

Profil singkat

Ibu Een Sukaesih merupakan pejuang pendidikan asal Sumedang yang tubuhnya lumpuh. Di tengah keterbatasan kondisi dia tetap mengajar, menyebarkan ilmu kepada para muridnya. Menurut DetikNews, Een sempat diboyong ke Istana untuk bertemu SBY saat masih menjabat sebagai presiden. Dan juga Ibu Een mendapat kunjungan balasan spesial dari SBY pada Februari lalu.

Rumah Een berada Dusun Batu Karut RT 01/002, Desa Ciberuem Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lokasi rumahnya masuk ke dalam sekitar 300 meter dari jalan utama.

Selain melayani anak-anak sekolah di sekitar rumahnya, Een juga menerima kunjungan dari siswa dan guru di berbagai sekolah yang ada di Sumedang maupun luar Sumedang.

Dedikasi dan keiklasanya mendidik dan mengajar ditengah keterbatasan fisik membuat lulusan D III Fakultas Psikologi IKIP Bandung dijulugi guru kalbu.

Sumber: http://simomot.com/2014/12/13/ibu-guru-een-sukaesih-meninggal-dunia-selamat-jalan-pejuang-pendidikan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar