Sabtu, 27 Desember 2014

Habis sudah nasib Pasar Klewer beromset Rp. 17 miliar/ hari itu

Habis sudah nasib Pasar Klewer beromset Rp. 17 miliar/ hari itu

Habis sudah nasib Pasar Klewer beromset Rp. 17 miliar/ hari itu

Pusat perdagangan tekstil dan garmen Pasar Klewer Solo dengan omset Rp. 17 miliar/hari itu akhirnya ludes terbakar. Api yang membara sejak Sabtu tadi malam pukul 20.00 WIB meluluhlantakkan lebih dari seribu kios pedagang.

Kobaran api memang sulit dijinakkan lantaran pasar berisi bahan-bahan yang mudah terbakar. Bahkan api tetap berkobar meski seluruh bangunan telah hangus.

Sebelumnya, mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten hingga Karanganyar. Bahkan, mobil water canon milik polisi juga dikerahkan untuk memadamkan api. Namun karena kondisi jalanan yang ramai terkait pelaksanaan Sekaten 2014, upaya pemadaman sempat terhambat.

Pasar Klewer yang terbakar itu adalah pasar tekstil terbesar di Kota Solo, Jawa Tengah. Perputaran uang di pasar tersebut diperkirakan hingga miliaran rupiah per hari. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Solo memperkirakan, perputaran uang di Pasar Klewer, Solo mencapai Rp 17 miliar per hari.

Namun, menurut Kepala Seksi Ekstensifikasi KPP Pratama Solo, Suratman, Senin (8/12/2014) lalu, baru 15 persen pedagang yang memiliki NPWP (nomor pokok wajib pajak). Sisanya 85 persen belum tertib pajak. Artinya, omset harian adalah lebih dari Rp. 17 miliar/hari.

Pasar yang letaknya bersebelahan dengan Keraton Surakarta ini juga merupakan pusat perbelanjaan kain batik yang menjadi rujukan para pedagang dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang dan kota-kota lain di Pulau Jawa.

Saat ini, pasar yang terdiri dari lantai dua ini bisa menampung 2.300 pedagang dengan jumlah kios sekitar 2.064 unit. Pasar Klewer tidak hanya sebagai pusat perekonomian, tetapi juga tujuan wisata dan simbol Kota Surakarta.

Bangunan Pasar Klewer diresmikan pemanfaatannya pada 1971 oleh Presiden Soeharto. Sebelumnya, Pasar Klewer hanya pasar dengan sekat-sekat non permanen untuk berjualan kain batik. Karena banyak pedagang menyampirkan kain batik ke bahu alias “ting klewer” sehingga disebut pasar klewer.

Cek kabar berita lain Pasar Klewer:

Sumber: http://simomot.com/2014/12/28/habis-sudah-nasib-pasar-klewer-beromset-rp-17-miliar-hari-itu/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar