
Sejak belum tayang di Indonesia hingga saat ini, timbul berbagai tanggapan miring terhadap acara King Suleiman. Tayangan itu dinilai oleh masyarakat tidak sesuai dengan sejarah Islam dan seperti memperburuk citra King Suleiman, sebuta saja ada adegan bersentuhan antara King Suleiman dengan wanita cantik dan seksi dalam episode perdananya.
ANTV sebagai stasiun televisi penyiar menyatakan, ada beberapa hal yang perlu diluruskan dari persepsi masyarakat terkait program itu. (Baca:Â King Suleiman ANTV dikecam usai tayang perdana)
âIni adalah cerita fiksi,â jelas Coorporate Communications Manager ANTV, Nugroho Agung Prasetyo sebagaimana dilansir Republika, Kamis (25/12/2014).
Nugroho menjelaskan King Suleiman merupakan tayangan drama yang terinspirasi dari sejarah yang berlatar belakang kerajaan Ottoman. Meski terinspi dari sejarah, drama ini murni kisah fiksi.
Di bagian awal, kata dia, selalu ada keterangan yang menyatakan kalau tayangan King Suleiman merupakan fiksi. Selain itu, kisah drama tersebut lebih berfokus pada romantika dan intrik.
Klarifikasi program acara serial âKing Suleimanâ ANTV ditemui oleh Komisioner KPI Pusat. (Republika)
Nugroho pun mengimbau agar masyarakat menonton langsung melalui saluran ANTV dan tidak membuat penilaian berdasarkan drama King Suleiman yang dimuat di berbagai jejaring sosial maupun laman YouTube.
Karena drama King Suleiman yang ditayangkan di stasiun ANTV sudah melalui sensor yang ketat. Sehingga sesuai dengan nilai-nilai yang dianut di Indonesia serta sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
Sedangkan, tayangan King Suleiman yang terdapat dalam YouTube maupun jejaring sosial cenderung vulgar karena tidak melalui sensor yang ketat seperti yang dilakukan oleh ANTV.
âNontonnya langsung yang di ANTV, jangan bandingkan dengan yang di YouTube,â lanjut Nugroho.
Menurutnya, drama King Suleiman diterima cukup baik di banyak negara. Termasuk beberapa negara Timur Tengah. Meskipun sempat ada penolakan di negeri asal drama ini, Turki.
Masyarakat diminta kaji sejarah
Tayangan King Suleiman. (ANTV)
Terkait dengan tayangan King Suleiman, pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta masyarakat tidak sekadar protes saja, tapi juga harus mengkaji dengan kritis skenario film ini. âFilm ini apa diangkat dari sejarah atau cuma karangan fiksi?â ungkap Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud, Kamis (25/12).
Ia meminta hal itu karena sudah menonton bagian awal film King Suleiman bersama para kru ANTV. Menurutnya, film ini memberikan pemahaman yang cukup baik, terutama bagian pembebasan budak yang dilakukan Khalifah Utsmaniyah.
Marsudi mengungkapkan, apabila film ini ternyata diangkat dari sejarah, maka masyarakat boleh melakukan protes. Namun, lanjutnya, apabila film ini karangan biasa, maka masyarakat tidak seharusnya memprotes.
Meskipun begitu, Marsudi mengaku belum menonton secara keseluruhan dari film tersebut. Menurutnya, dia baru menonton bagian awalnya saja. Oleh karena itu, Marsudi belum bisa mengatakan film ini pantas ditarik penayangannya atau tidak.
âYang pasti dari segi pembebasan budak itu perlu baik untuk dipahami oleh masyarakat,â ujarnya.
Sumber: http://simomot.com/2014/12/27/film-king-suleiman-di-kecam-ini-penjelasan-lengkap-antv/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar