Kamis, 18 Desember 2014

Ekspor industri tdk berdampak pada penguatan rupiah

Ekspor industri tdk berdampak pada penguatan rupiah

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan mengatakan, rencana pemerintah meningkatkan ekspor sektor industri untk penguatan rupiah, dinilai tdk berdampak besar.

"Itu strategi normatif yang efeknya jangka panjang, bukan jangka pendek. Kedaulatan rupiah justru perlu ditegakkan," kata Heri di Jakarta, Jumat.

Menurut Heri, pemerintahmestinya mengeluarkan strategi jangka pendek, yaitu penggunaan rupiah dalam setiap transaksi.

"Mestinya yang kitaa butuhkan sekarang adalah pemecahan jangka pendek, yaitu dg menegakkan amanat UU No.7/2011 tentang Mata Uang. Pengusaha Indonesia harus menggunakan rupiah dalam melakukan transaksi. Setiap transaksi yang menggunakan dollar harus dikonversi ke rupiah. Dengan begitu nilai rupiah akan tetap terjaga, sekaligus punya kedaulatan," sebut politisi Gerindra tsb.

Dikemukakan Heri, melemahnya rupiah sebetulnya juga karena tingginya arus modal yang keluar dari Indonesia.

Dia mengemukakan investasi asing saat ini mayoritas menggunakan portofolio, ditambah lagi industri makanan  masih menggunakan bahan baku impor hingga 60-65 persen.

"Jadi, masalah substansinya adalah perlu menegakkan kedaulatan rupiah," katanya.

Melemahnya rupiah, lanjut Heri, bukti bahwa sistem ekonomi Indonesia benar-benar liberal. Industri dan perdagangan adalah dua sektor yang sangat terbuka disusupi liberalisme.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/469972/ekspor-industri-tidak-berdampak-pada-penguatan-rupiah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar